Posted by: vendrafirdian | February 20, 2009

Daftar Referensi mata kuliah

Nomor Urut Matakuliah : 29
Kode Matakuliah : PSI 3402
Nama Matakuliah : Psikologi Sosial II
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Sosial I
Prasyarat untuk Matakuliah : Komunikasi dan Perubahan Tingkah Laku
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu mengenal, menyebutkan, dan menerapkan teori – teori dalam psikologi sosial, serta mengenal dan mengetahui beberapa gejala psikologi sosial berdasarkan teori – teori psikologi sosial.
Materi Matakuliah
1. Teori Psikologi sosial: pengertian, orientasi stimulus – respons, teori Lewin, orientasi kognitif.
2. Orientasi Psikoanalisis, transorientasi, interaksi kelompok : interaksi antar manusia, teori kelompok, kelompok rujukan, perubahan sosial dan tingkah laku massa, interaksi antar kelompok, kerjasama dan konflik antar kelompok.
3. Aplikasi teori psikologi sosial: psikologi lingkungan, psikologi dan hukum, hubungan antar etnik, dampak teknologi, propaganda, patologi dan deviansi sosial, kesehatan mental, psikologi kesehatan.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Buku Rujukan
1. Kay, Deaux, K. & Wrightsman L.S. 1993. Social Psychology in the 90’s. California: Brooks/Cole Publ. Co.
2. Sarwono, S.W. 1991. Teori-Teori Psikologi Social. Jakarta: Penerbit Rajawali.
3. Shaw, M.E & Constanzo, P.R. 1970. Theories of Social Psychology. New York: Mc Graww Hill Book Company.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 30
Kode Matakuliah : PSI 3303
Nama Matakuliah : Psikologi Perkembangan I
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Umum II
Prasyarat untuk Matakuliah : Psikologi Perkembangan II
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu menjelaskan batasan dan ruang lingkup psikologi perkembangan, mampu membedakan berbagai pendekatan mengenai perkembangan manusia, mampu menguraikan sejarah psikologi perkembangan, mampu menerangkan prinsip – prinsip penelitian dalam psikologi perkembangan, serta mampu menjelaskan berbagai teori dalam psikologi perkembangan.
Materi Matakuliah
1. Batasan dan berbagai pendekatan mengenai perkembangan manusia, meliputi: perspektif psikologis, perspektif perkembangan, dan perspektif rentang kehidupan.
2. Sejarah psikologi perkembangan dalam lingkup psikologi
3. Prinsip-prinsip penelitian dalam psikologi perkembangan : Hubungan teori dan metode,metode penelitian yang memfokuskan perubahan intra individual serta antar individual.
4. Teori-teori perkembangan, teori Piaget, teori Freud, teori erikson, pembelajaran sosial, pengolahan informasi, etiologi, Gibson,Vygotsky dan pendekatan kontekstual.
Buku Rujukan
1. Gunarsa, Singgih D. Dasar dan Teori Perkembangan Anak. Jakarta: BPK Gunung Mulia
2. Haditono, R., Monks,& Knoers. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
3. Balter, P B; Reese, H.W & D. Nesselroode. Introduction to research Methods Life Span Developmental Psychology. New Jersey: Erbaum.
4. Libert, R.M., Witch, Nelson, & Kail, R.V. 1986. Developmental Psychology. New Jersey: Prentice Hall.
5. Miller, P. 1992. Theories of Developmental Psychology (3rd ed). New York: W.H. Freeman & Co.
6. Vasta, R. (Editor). 1992. Six Theories of Child Development: Revised Formulations& Current Issues. London: Jessica Kingsley.
7. Papalia,D.E., Olds, S.W. 1998. Human Development (5th ed). New York: McGraw Hill.
****
Nomor Urut Matakuliah : 31
Kode Matakuliah : PSI 3404
Nama Matakuliah : Psikologi Perkembangan II
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan I
Prasyarat untuk Matakuliah: Psikologi Perkembangan Remaja
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami ciri perkembangan sejak masa prenatal sampai dengan usia tua, perubahan – perubahan yang terjadi pada setiap tahapan perkembangan, faktor – faktor yang berpengaruh, dan masalah – masalah yang ada pada setiap tahapan perkembangan.
Materi Matakuliah
1. Tahapan perkembangan
2. Aspek-aspek perkembangan
3. Penerapan teori-teori perkembangan
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
4. Lingkungan Perkembangan
5. Beberapa issue utama dalam setiap tahapan perkembangan.
Buku Rujukan
1. Papalia, D.E., Olds, S.W. 1992. Human Development (5th ed). New York: McGraw Hill.
2. Tumer, J.S. & Helm, D.D. 1991. Lifespan Development (4th ed.). New York: Holt, Rinehart, and Winston.
3. Shaffer, D.R. 1989. Developmental Psychology; Childhood and Adolescence. California: Brooks/Cole.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 32
Kode Matakuliah : PSI 3405
Nama Matakuliah :Psikologi Pendidikan I
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah :Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat :Psikologi Perkembangan I
Prasyarat untuk Matakuliah :Psikologi Pendidikan II
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami mengenai psikologi pendidikan, ruang lingkup psikologi pendidikan dan mengenali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di kelas.
Materi Matakuliah
1. Pengantar psikologi pendidikan
2. Ruang lingkup psikologi pendidikan
3. Pertumbuhan dan perkembangan siswa
4. Pengaruh keluarga terhadap pendidikan
5. Proses belajar menurut pandangan behavioristik dan kognitif
6. Aspek psikologis siswa yang mempengaruhi pendidikan
7. Motivasi
8. Konsep diri dan kecemasan
9. Hubungan guru dan murid
10. Pelayanan bagi siswa yang kurang beruntung
11. Evaluasi terhadap siswa.
Buku Rujukan
1. Slavin, R.E. 1991. Educational Psychology; Theory Into Practice (3rd ed.). New Jersey: Prentice Hall, Inc.
2. Sprinthall, N.A. & Sprinthall, C.R. 1990. Educational Psychology Adevelopment Approach (5th ed.). Singapore: McGraw Hill.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 33
Kode Matakuliah : PSI 3506
Nama Matakuliah :Psikologi Pendidikan II
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah :Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat :Psikologi pendidikan I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami dan merumuskan sasaran pendidikan dan membuat rancangan pendidikan; memahami dan menggunakan model atau taksonomi belajar, memahami berbagai metode pengajaran; serta memahami cara – cara evaluasi pendidikan.
Materi Matakuliah
1. Pengantar
2. Merumuskan sasaran pendidikan
3. Taksonomi sasaran pendidikan dari Gagne, Bloom, dan Krathwohl
4. Model struktur intelek dari Guilford
5. Taksonomi model perilaku kognitif afektif dari Williams
6. Taksonomi model dari Taylor
7. Metode pengajaran: metode ceramah, metode pengajaran kelompok kecil, metode pengajaran dalam kelas, metode pendekatan humanistik, metode instruksi individual
8. Evaluasi pendidikan.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Buku Rujukan
1. Gege, N.L. & Berliner, D.C. 1991. Educational Psychology ( 5th ed.). Chicago: Rand Mc Nally.
2. S.C. Utami Munandar. 1992 Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. (edisi ke-4 ). Jakarta: Gramedia.
*****

BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 34
Kode Matakuliah : PSI 3607
Nama Matakuliah : Psikologi Pendidikan III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Pendidikan I
Prasyarat untuk Matakuliah : Bimbingan Karir di sekolah
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu menjelaskan peran dan tugas – tugas ahli psikologi di sekolah serta mampu melaksanakan dasar tugas – tugas tersebut.
Materi Matakuliah
1. Peran psikologi dalam pendidikan
2. Pelayanan bimbingan di sekolah
3. Bimbingan di sekolah dasar
4. Bimbingan dan konseling di sekolah lanjutan
5. Dasar-dasar penanganan kasus kesulitan belajar
6. Konseling individual dan kelompok
7. Bimbingan vokasional di sekolah
8. Bimbingan karir
9. Bimbingan waktu luang
10. Pendidikan masa dini
11. Pendidikan keluarga
12. Pendidikan taman kanak-kanak
13. Pendidikan orang dewasa
Buku Rujukan
1. Sukardji, S. 1990. Psikologi pendidikan dan Psikologi Sekolah (Diktat ). Jakarta
*****
Nomor Urut Matakuliah : 35
Kode Matakuliah : PSI 3308
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik I (Pengantar)
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Umum II
Prasyarat untuk Matakuliah : Psikodiagnostik II, III, IV, V, VI, VII, danVIII
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami tentang pengertian, fungsi, tujuan dan metode psikodiagnostik, pengertian tes psikologik sebagai alat ukur dan tujuannya; penggolongan tes psikologik dengan ciri-ciri dan pemakaian masing-masing golongan; hal-hal yang berhubungan dengan administrasi maupun hal lain yang dapat mempengaruhi hasil tes psikologis.
Materi Matakuliah
1. Pengertian
2. Fungsi, tujuan, dan metode psikodiagnostik
3. Sejarah psikologi diferensial
4. Sejarah, pengertian, dan fungsi tes psikologis
5. Administrasi tes psikologik
6. Penggolongan tes psikologik dengan ciri-ciri dan pemakaian masing-masing golongan
7. Etika dan pengetesan
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Buku Rujukan
1. Anastasi, Anne. 1988. Psychological Testing. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 36
Kode Matakuliah : PSI 3409
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik II ( MOW )
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat untuk Matakuliah : Penelitian Kualitatif
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami dan menerapkan metode observasi dan wawancara dalam psikologi.
Materi Matakuliah
1. Defenisi metode observasi dan wawancara
2. Kelemahan dan kelebihan MOW
3. Bidang pengamalan MOW dalam psikologi
4. Penyusunan lembar observasi dan pedoman wawancara.
Buku Rujukan
1. Anastasi, Anne. 1988. Psychological Testing. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 37
Kode Matakuliah : PSI 3510
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik III ( Tes Intelegensi )
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami beberapa pendekatan tentang konsep inteligensi, memahami dasar teoritis beberapa tes inteligensi yang penting, memahami beberapa masalah dalam pengukuran inteligensi, serta dapat mengadministrasikan dan menginterpretasikan hasil beberapa tes psikologi.
Materi Matakuliah
1. Konsep intelegensi ditinjau dari sudut tradisi psikometrik
2. Simulasi komputer
3. Adaptasi proses-proses dasar dalam intelegensi
4. Landasan teori tes Wechsler dan Stanford Binet
5. Permasalahan dalam pengukuran intelegensi
6. Praktek administrasi dan scoring beberapa tes intelegensi.
Buku Rujukan
1. Anastasi, Anne. 1988. Psychological Testing. New York: MacMillan Publishing Company.
2. Sastter, J.M. 1988. Assessment of Children (3rd ed.). New York: Jerome M. Sattler Publisher.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 38
Kode Matakuliah : PSI 3511
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik IV ( Tes Bakat dan Minat )
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memiliki pemahaman tentang latar belakang teoritis maupun praktis mengenai pengukuran bakat majemuk, pengukuran dalam pendidikan, dan dapat membandingkannya dengan penggunaan pengukuran dalam pekerjaan dan pengukuran klinis.
Materi Matakuliah
1. Pengukuran bakat majemuk meliputi analisis faktor dan teori organisasi perangai, batere tes bakat majemuk, dan pengukuran kreativitas.
2. Pengukuran dalam pendidikan meliputi penggunaan macam-macam tes prestasi belajar, batere tes prestasi umum, tes kompetensi minimal dan keterampilan khusus, serta tes-tes yang disusun pengajar dan tes pengukuran masa kanak-kanak awal.
3. Pengukuran dalam pekerjaan berkaitan dengan berbagai masalah dalam validasinya, pengukuran intelegensi akademik, dan pengukuran dalam propesi maupun dalam konseling karir.
4. Pengukuran klinis memaparkan ciri khas penggunaan tes dalam diagnosis klinis, penggunaan tes intelegensi maupun tes-tes neuropsikologis, dan pengidentifikasian ketidakmampuan belajar khusus.
Buku Rujukan
1. Anastasi, Anne. 1988. Psychological Testing. New York: MacMillan Publishing Company.
2. Frida Mangunsong, dkk. Bahan kuliah Psikodiagnostik Pendidikan ( Jilid I ).
*****
Nomor Urut Matakuliah : 39
Kode Matakuliah : PSI 3612
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik V ( Batry & Inventory Test )
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami latar belakang teoritis dan konstruksi berbagai inventori, baik yang dipakai untuk mengukur karakteristik kepribadian, minat, sikap, pendapat, maupun tata nilai.
Materi Matakuliah
1. Inventori kepribadian lapor-diri yang mencakup bahasan mengenai isi dan cara validasinya serta contoh-contoh inventorinya ( MMPI, 16 PF, EPPS, VMI, SSHA, dll); sikap peserta tes dan jawaban-jawaban bias; pengertian dan perbedaan perangai dan kondisi (traits & state).
2. Pengukuran minat mencakup contoh-contoh antara lain SVIB dan derivat-derivatnya, JVIS, Kuder dan SDS dengan berbagai latar belakangnya.
3. Pengukuran tata nilai menyangkut dasar teori dan contoh-contoh instrumen.
4. Survey opini dan model skala-skala sikap yang sering dipakai (Thurstone, Guttman, dan Likert)
5. Inventori-inventori lain yang berkaitan dengan locus of control dan skala maskulinitas-feminitas.
6. Cara-cara lain pengukuran kepribadian, seperti penggunaan kinerja objektif dalam pengukuran kepribadian, Q-sort, Check-list
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Buku Rujukan
1. Anastasi, Anne. 1988. Psychological Testing. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 40
Kode Matakuliah : PSI 3613
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik VI (Tes Situasional)
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mengenal berbagai manfaat dan penggunaan berbagai tes situasional untuk tujuan seleksi, penempatan, dan promosi.
Materi Matakuliah
1. Pengertian tes situasional
2. Perbedaan penggunaan tes situasional dengan tes yang telah baku yang dilakukan oleh psikolog
3. Macam-macam tes situasional; analisa jabatan; dimensi-dimensi yang dinilai
4. Assessment center; persyaratan dasar assessment center, pelaporan assessment center.
Buku Rujukan
1. George C. Thornton III. 1992. Assesment Center in Human Resource Management. Colorado: Addison Wesley Publishing Company.
2. Brian O’Neile. 1990. The Manager as an Assessor, A Manager’s Guide to Assessing And Selecting People.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 41
Kode Matakuliah : PSI 3714
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik VII ( Tes Proyektif )
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mengenal berbagai tes proyeksi; pengungkapan tes proyektif: drawing, story, persepsi, konstruksi, sejarah, makna dan landasan teori dari: tes gambar dan tes persepsi; sistem administrasi, skoring dan arti psikologis, latihan administrasi dan skoring.
Materi Matakuliah
1. Pengertian metode proyeksi
2. Pengungkapan proyektif; drawing, story, persepsi, konstruksi, sejarah, makna, dan landasan teori dari tes gambar dan tes persepsi
3. Sistem administrasi, skoring dan interpretasi psikologis tes proyektif.
4. Latihan administrasi dan skoring tes grafis, wartegg, dan Rorschach..
Buku Rujukan
1. Newmark, C.S (Editor). 1985. Major Psychological Assessment Instrument. Boston: Alyn & Bacon.
2. Kringet, Miriam. 1984. The Drawing Completion Test. New York: Grune & Straton.
3. Mamat, Gary-Groth. 1984. Handbook of Psychological Assessment. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
4. Rabin, AL (Editor). Assessment with Projective Tehniques. New York: Springer Publishing.
5. Halpem, F. 1953. A Clinical Approach to Children’s Rorschach.
6. Machover, R. 1978. Personality Projection in The drawing of The Human Figure. Illinois: Charles Thomas Publ.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
7. Santoso. Skripsi HTP.
8. Davidson, K. 1965 . The Rorschach Tehniques. Harcorest Bracex Worid Inc.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 42
Kode Matakuliah : PSI 3715
Nama Matakuliah : Psikodiagnostik VIII ( TAT & CAT )
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami manfaat penggunaan diagnostika klinis serta keterbatasannya; serta memahami penggunaan dan administrasi tes TAT ( Thematic Apperception Test ).
Materi Matakuliah
1. Sejarah timbulnya tes TAT dan CAT
2. Asumsi dasar tes TAT dan CAT
3. Reliabiitas dan validitas tes TAT dan CAT
4. Aplikasi klinins tes TAT dan CAT
5. Deskripsi, administrasi, dan skoring tes TAT dan CAT
Buku Rujukan
1. Marnat, Gary-Groth. 1984. Handbook of Psychological Assessment. New York: Van Nostrand Reinhold.Co.
2. Lezak, D.M. 1983. Neuropsychological Assessment (2nd ed.). New York: Oxford University Press.
3. Annastasi, Anne. 1988. Psychological Testing. ( 6th ed. ). New York: MacMillan Publishing Company.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 43
Kode Matakuliah : PSI 3316
Nama Matakuliah : Psikologi Faal I
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah : Psikologi Faal II
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu menguraikan struktur, fungsi, dan proses pengendalian, serta koordinasi sistem saraf; mampu menguraikan sistem saraf pusat dan hubungannya dengan perilaku serta fungsi integrative sistem saraf pusat; mampu menguraikan fungsi sistem saraf otonom dalam integrasi otonomik.
Materi Matakuliah
1. Sistem saraf manusia serta fungsi-fungsinya
2. Pemrosesan impuls
3. Alur saraf refleks
4. Sistem saraf pusat
5. Sistem saraf perifer
6. Sistem limbik
7. Sistem saraf otonom
8. Perkembangan otak.
Buku Rujukan
1. Carlson N. R. 1986. Physiology of Behavior (3rd ed.). Toronto: Allyn and Bacon Inc.
2. Carlson N. R. 1992. Foundation of Physioligical Psychology ( 2nd ed). Toronto: Allyn and Bacon Inc.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
3. Ganong, W. F. 1979. Review of Medical Physiology ( 9th ed.). California: Lange Medical Publications.
4. Guyton, A.C. 1976. Textbook of Medical Physiology (5th ed.). Philadelphia: W.B. Sainders Company.
5. Pinel, J.P. 1993. Biopsychology ( 2nd ed.). Toronto: Allyn and Bacon Inc.
6. Thompson, R. F. 1975. Introduction to Physiological Psychology. New York: Harper and Row Publisher.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 44
Kode Matakuliah : PSI 3417
Nama Matakuliah : Psikologi Faal II
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi faal I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu menjelaskan struktur dan fungsi panca indera serta proses penginderaan, mampu menjelaskan hubungan neuroendokrin; mampu menguraikan peran dan pengaruh hormon – hormon terhadap perilaku manusia.
Materi Matakuliah
1. Reseptor dan fungsi pengindraan
2. Inderasomatik, indera pengidu, indera pengecap, indera penglihatan dan indera pendengaran
3. Interaksi sistem saraf pusat dengan sistem endokrin serta pengaruhnya terhadap tingkah laku
4. Fungsi dan pengaruh kelenjar-kelenjar tiroid, paratiroid, pankreas, adrenalin, hipofisis dan kelenjar endokrin lainnya.

Buku Rujukan
1. Carlson N. R. 1986. Physiology of Behavior (3rd ed.). Toronto: Allyn and Bacon Inc.
2. Carlson N. R. 1992. Foundation of Physioligical Psychology ( 2nd ed). Toronto: Allyn and Bacon Inc.
3. Ganong, W. F. 1979. Review of Medical Physiolog ( 9th ed.). California: Lange Medical Publications.
4. Guyton, A. C. 1976. Textbook of Medical Physiology (5th ed.). Philadelphia: W.B. Sainders Company.
5. Danovan, B. T. 1988. Hormones and Human Behavior. Cambridge: Cambridge University Press.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 45
Kode Matakuliah : PSI 3518
Nama Matakuliah : Psikologi Kognitif
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Umum I
Prasyarat untuk Matakuliah : Kognitif dan Belajar pada anak
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiwa memahami proses persepsi pada manusia, proses interpretasi persepsi, penyimpanan dan pengeluaran informasi serta hubungan emosi dan motivasi dalam proses kognitif mauoun proses yang berhubungan dengan motivasi – motivasi pada manusia.
Materi Matakuliah
1. Proses persepsi pada manusia
2. Proses pengenalan pola dan perhatian
3. Sistem penyimpanan data di ingatan
4. Pemanfaatan data yang ada dalam ingatan
5. Hubungan emosi dan motivasi dalam proses-proses kognitif.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Buku Rujukan
1. Lindsay, P. H. & Norman, D.A. 1977. Human Information Processin ( 2nd ed.). New York Academic Press.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 46
Kode Matakuliah : PSI 3619
Nama Matakuliah : Psikometri
Mata Kuliah Prasyarat : Statistik II
Prasyarat Untuk Matakuliah: 1. Konstruksi Tes
2. Pengukuran Skala Psikologi
Diberikan pada Semester : VI
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa memahami ruang lingkup dan permasalahan dalam pengukuran psikologis.
2. Mahasiswa memahami teori tes klasik dalam pengukuran psikologis
3. Mahasiswa memahami perkembangan terbaru dalam pengukuran psikologis
Materi Kuliah:
1. Pengantar: definisi, ruang lingkup, dan tujuan psikometri
2. Masalah-masalah dalam pengukuran konstruk psikologis dan variabel
3. Pemakaian bilangan
4. Skala-skala pengukuran
5. Pendekatan teoritik tes klasik : reliabilitas, validitas, analisis butir soal, norma, dan interpretasi skor
6. Perkembangan terbaru dalam pengukuran psikologi
Buku Rujukan:
1. Anastasi, Anne. 1988. Psychological Testing. New York: McMillan Publishing Co.
2. Crocker, L & Algina, J (1986). Introduction to Classical and Modern Test Theory. New York: Holt, Rinehart, and Winston
*****
Nomor Urut Matakuliah : 47
Kode Matakuliah : PSI 3720
Nama Matakuliah : Konstruksi Tes
Mata Kuliah Prasyarat : Psikometri
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7 (tujuh)
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa memahami proses penyusunan tes psikologis untuk mengukur kemampuan dan kepribadian
2. Mahasiswa mampu melakukan pengujian reliabilitas, analisis butir soal, penelitian validitas
3. Mahasiswa mampu menyusun norma
Materi Kuliah
1. Langkah-langkah penyusunan tes kemampuan, tes hasil belajar dan tes kepribadian
2. Analisis butir soal tes kemampuan, tes hasil belajar dan tes kepribadian
3. Pengujian validitas dan reliabilitas tes kemampuan, tes hasil belajar dan tes kepribadian
Buku Rujukan
1. Anastasi, Anne. 1998. Psychological Testing. New York: MacMillan Publishing Co.
2. Guilford, J.P. & Fruchter, B. 1978. Fundamental Statistic in Psychology and Education. Aucland: Mc Graw Hill Book Co.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 48
Kode Matakuliah : PSI 3721
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nama Matakuliah : Psikoterapi
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami prinsip-prinsip dasar psikoterapi, serta beberapa teknik dan pendekatan dalam psikoterapi.
Materi Kuliah
1. Pengertian psikoterapi
2. Perbedaan antara psikoterapi dengan konseling, bimbingan, dan penasihatan
3. Jenis- jenis psikoterapi, meliputi pendekatan psikoanalisa, behavioral, kognitif, dan humanistik
4. Pendekatan individual dan kelompok dalam psikoterapi
Buku Rujukan
1. Corsini, Raymond J. & Wedding, Danny. 1989. Current Psychotherapies. Illinois: F.E. Peacock Publishers, Inc.
2. Adz-Dzaky, Hamdan B. 2004. Konseling & Psikoterapi Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
3. Corey, Gerard. 2004. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. (Terjemahan)
*****
Nomor Urut Matakuliah : 49
Kode Matakuliah : PSI 3722
Nama Matakuliah : Pengukuran dan Skala Psikologik
Mata Kuliah Prasyarat : Psikometri
Prasyarat Untuk Matakuliah :
Diberikan pada Semester : 7 (tujuh)
Kompetensi Umum Matakuliah
Mahasiswa memahami cara membuat kuesioner dan skala yang digunakan untuk melakukan penelitian kuantitatif psikologi.
Materi Kuliah
1. Pembuatan kuesioner
2. Pembuatan skala Likert, skala Guttman, skala Bogardus, skala Turstone, model Fishein dan Ajnen
3. Reliabilitas dan Validitas
4. Ilustrasi penggunaan kuesioner dan skala dalam penelitian
Buku Rujukan
1. Robinson, J.P; Shaver, P.R. & Lawrence, S.W. Measure of Personality and Social Psychological Attitudes (vol I).
2. Oppenheim, A.N. 1996. Questionaire Design and Attitude Measurement. London: Heinemann
****
Nomor Urut Matakuliah : 5
Kode Matakuliah : PSI 3423
Nama Matakuliah : Psikologi Kepribadian I
Mata Kuliah Prasyarat : Psikodiagnostik I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Kepribadian II & III
Diberikan pada Semester : 4
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memiliki pengetahuan tentang cara mempelajari kepribadian dan berbagai teori psikodinamika/psikoanalisis tentang kepribadian yang berkambang dalam abad XX
Materi Kuliah
1. Berbagai istilah yang berkaitan dengan kepribadian
2. Pendekatan kepribadian melkalui karakterologi, tipologi, sifat, peran dan konsep diri
3. Teori kepribadian dan empat kelompok besar teori kepribadian
4. Pokok bahasan terpenting dalam dimensi-dimensi teori kepribadian
5. Berbagai teori psikodinamik/psikoanalisis
6. Psikoanalisis klasik, psikologi analisis, psikologi individual, psikoanalisa aliran sosiokultural, psikologi ego
Buku Rujukan
1. Pervin, L.A.1993. Personality, Theory and Research (6th ed). New York: John Wiley & Sons.
2. Hall, C.S. & Lindzey, G. 1985. Theories of Personality. New York: John Wiley & Sons
3. Suryabrata, S. Psikologi Kepribadian. Jakarta: CV Rajawali
*****
Nomor Urut Matakuliah : 51
Kode Matakuliah : 3524
Nama Matakuliah : Psikologi Kepribadian II
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Kepribadian I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami teori-teori kepribadian behavioristik dan humanistik serta mengenal beberapapandangan dan teori kepribaidan dari dunia timur dan barat
Materi Kuliah
1. Teori kepribadian pendekatan behavioristik (klinis)
2. Humanistik (Allport, Rogers, Gestalt, Maslow)
3. Pandangan mengenai kepribadian dari dunia timur
Buku Rujukan
1. Allport, G.W. 1961. Pattern and Growth in Personality. London: Hold, Rinehart & Winston
2. Hall, C.S. & Lindzey, G. 1985. Theories of Personality. New York: John Willey &Sons
3. Tart, C (Editor). 1975. Transpersonal Psychology. New York: Harper & Row
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 52
Kode Matakuliah : PSI 3626
Nama Matakuliah : Psikologi Kepribadian III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Kepribadian I
Prasyarat untuk Matakuliah :
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiwa memahami hubungan psikologi kepribadian barat dan psikologi kepribadian timur, mengetahui perkembangan psikologi kepribadian timur, memahami dan menerapkan konsep psikologi kepribadian Islam.
Materi Matakuliah
1. Psikologi eksistensial
2. Psikologi Budha
3. Psikologi Budhisme Zen
4. Psikologi Taoisme
5. Psikologi Hinduisme
6. Sufisme dan Psikologi Kepribadian dalam Islam.
Buku Rujukan
1. Graham, Helen. 2005. Psikologi Humanistik dalam Konteks Sosial, Budaya, dan Sejarah.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
2. Hall, C.S. & Lindzey, G. 1985. Theories of Personality. New York: John Wiley & Sons.
3. Chander, S. 2003. Hinduism. New Delhi: Saurabh Print O-Pack.
4. Mujib, Abdul. 2006. Kepribadian dalam Psikologi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
5. Hartati, N., Nihayah, Z., Rahman, S.A., dan Mujib, A. 2004 . Islam dan Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
****
Nomor Urut Matakuliah : 53
Kode Matakuliah : PSI 3625
Nama Matakuliah : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Kebribadian II
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikoterapi, Kesehatan Mental, Psikologi Klinis
Diberikan pada Semester : 6 (enam)
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa memahami pengertian abnormalitas
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami gangguan-gangguan fisik, kecerdasan, emosi dan perilaku pada anak
3. Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan proses perkembangan dari berbagai pendekatan dan pengklasifikasian perilaku abnormal pada orang dewasa
4. Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan gambaran klinis dari gangguan atau perilaku abnormal pada orang dewasa
5. Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan upaya penanggulangan psikologis dari berbagai gangguan
Materi Kuliah
1. Pengertian normalitas dan abnormalitas
2. Paradigma Psikopatologis dan Faktor Penyebab Abnormalitas
3. Abnormalitas pada anak, gangguan pendengaran, penglihatan, motorik, cerebral-palsy, epilepsi, disfungsi minimal otak pada anak, keterbelakangan mental dan kesulitan belajar pada anak, neurosis pada anak, tempertantrum, agresivitas, enurosis, delekuensi dan perilaku anak
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
4. Gangguan cemas pada orang dewasa, gangguan kepribadian, gangguan yang berkaitan dengan penggunaan obat dan zat
5. Gangguan identitas gender dan psikoseksual
6. Gangguan afektif
7. Gangguan somatoform, gangguan disosiatif, dan gangguan psikofisiologis
8. Gangguan skizofrenia dan gangguan psikosis lainnya.
Buku Rujukan
1. Davison, Gerald C. and Neale, John M. 1996. Abnormal Psychology. New York: John Wiley & Sons, Inc.
2. Kaplan, Harold I., Ksadock, Benjamin J., and Greb, Jack A. 1996. Sinopsis Psikiatri Jilid 1. (Diterjemahkan oleh Widjaja Kusuma). Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara.
3. Kaplan, Harold I., Ksadock, Benjamin J., and Greb, Jack A. 1996. Sinopsis Psikiatri Jilid 2. (Diterjemahkan oleh Widjaja Kusuma). Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara.
4. Coleman, James C. Abnormal Psychology and Modern Life. Chicago: Scott, Foresman and Company.
5. White, Robert W. and Watt, Norman F. 1984. The Abnomal Personality. New York: John Wiley & Sons.
6. Najati, Utsman M. 1997. Alqur’an dan Ilmu Jiwa. Bandung: Penerbit Pustaka.
7. Schaefer, Charles E. and Millmand, Howard L. 1981. How to Help Children with Common Problems. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 54
Kode Matakuliah : PSI 3626
Nama Matakuliah : Psikologi Eksperimen
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Metodologi Penelitian II dan Statistik II
Prasyarat Untuk Matakuliah : Skripsi
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
Mahasiswa memahami prinsip-prinsip dan langkah-langkah dalam metodologi penelitian eksperimental serta mampu memahami proses dan dinamika situasi eksperimental
Materi Kuliah
1. Pengertian Psikologi eksperimental
2. Prinsip-prinsip dalam penelitian eksperimen
3. Langkah-langkah dalam penelitian eksperimen
4. Pengertian desain eksperimen
5. Faktor-faktor penting diluar desain eksperimen
6. Macam-macam desain eksperimen (desain 1 dan 2 kelompok, anova satu arah, repeated measure, faktorial, desain dengan N kecil)
Buku Rujukan
1. Robinson, P.W. 1981. Fundamental of Experimental Psychology (2nd ed.). New Jersey: Prentice Hall
2. Mc Guigan, F.J. 1993. Experimental Psychology: Methods of Research (5th ed). New Jersey: Prentice Hall
*****
Nomor Urut Matakuliah : 55
Kode Matakuliah : PSI 3627
Nama Matakuliah : Kesehatan Mental
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa mengenal proses keseimbangan dan penyesuaian diri pada individu dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
2. Mahasiswa mengenal beberapa upaya menghadapi masalah, hambatan dan gangguan pengembangan pribadi serta mengenal beberapa prinsip psikologi yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan mental
Materi Kuliah
1. Pengertian dan konsep kesehatan mental
2. Sejarah perkembangan kesehatan mental
3. Pendekatan teoritis kesehatan mental
4. Dasar-dasar pengembangan dan keseimbangan pribadi
5. Teori perlembangan mulai dewasa awal
6. Konsep-konsep yang berhubungan dengan kesehatan mental misal motivasi
7. Gender dan kesehatan mental
8. Terapi-terapi kesehatan mental, stres
Buku Rujukan
1. Atwater, E. 1983. Psychology of Adjustment. New York: Prentice Hall, Inc Englewood Cliffs.
2. Kaplan, P.S. 1984. Psychology of Adjustment. California: Woodsworth Publishing Company Belmont.
3. Jahoda, M. 1950. Current Concept of Positive Mental Health. New York: Basic Books Inc. Pub.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
4. Shultz, D. 1991. Psikologi Pertumbuhan : Model-Model Kpribadian Yang Sehat (Diterjemahkan oleh Yustinus). Yogyakarta: Penerbit Kanisius
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 56
Kode Matakuliah : PSI 3228
Nama Matakuliah : Psikologi Industri dan Organisasi I
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Umum I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Industri dan Organisasi II
Diberikan pada Semester : 2
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa mengenali wawasan psikologi industri dan organisasi
2. Mahasiswa mampu menemukenali bidang terapan teori dan prinsip psikologi di dalam industri dan organisasi
3. Mahasiswa mampu menemukenali berbagai masalah dalam penerapan teori dan prinsip psikologi di berbagai bidang kegiatan psikologi industri dan organisasi disertai alternatif pemecahannya
Materi Kuliah
1. Pengertian dan wawasan psikologi industri dan organisasi
2. Seleksi dan penempatan
3. Pelatihan dan pengembangan
4. Kondisi kerja dan kerekayasaan manusia
5. Kepemimpinan dalam perusahaan
6. Organisasi dan kelompok kerja
7. Penimbangan karya
8. Motivasi dan kepuasan kerja
9. Stres dan keselamatan kerja
10. Psikologi Konsumen
Buku Rujukan
1. Munandar, A.S. Psikologi Industri dan Organisasi.
2. Miner, J.B. 1992. Industrial Organization Psychology. Singapore: Mc Graw Hill
*****
Nomor Urut Matakuliah : 57
Kode Matakuliah : PSI 3329
Nama Matakuliah : Psikologi Industri dan Organisasi II
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Industri dan Organisasi I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Industri dan Organisasi III
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
Mahasiswa mendapat gambaran umum tentang kaidah-kaidah dalam psikologi kerekayasaaan agar mahasiswa mampu menemukenali masalah-masalah dalam menerapkan teori dan prinsip-prinsip psikologi kerekayasaaan.
Materi Kuliah
1. Perbedaan kemampuan fisik pria dan wanita
2. Lingkungan fisik dan lingkungan psikososial yang mempengaruhi kerja manusia, desain pekerjaan, desain peralatan, penataan ruang
Buku Rujukan
1. Osborne, D.J. 1992. Ergonomics at Work. New York: John Willey & Sons
*****

BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 58
Kode Matakuliah : PSI 3430
Nama Matakuliah : Psikologi Industri dan Organisasi III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Industri dan Organisasi I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Pelatihan
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa memahami konsumen dalam kaitannya dengan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan pribadi konsumen
2. Pendekatan berdasarkan segmen psikografis
3. Peranan budaya dan subbudaya terhadap keputusan konsumen
4. Pengaruh kelas sosial, determinan individu terhadap perilaku, proses pengambilan keputusan
Materi Kuliah
1. Pengertian perilaku dan psikologi konsumen serta ruang lingkupnya
2. Psikologi budaya dan subbudaya pengaruh kelas sosial, kelompok, keluarga dan orang lain
3. Determinan individual, kepribadian, konsep diri, motivasi dan keterlibatan, pemrosesan informasi dan periklanan, pembelajaran, sikap dan perubahan sikap
4. Proses pengambilan keputusan
5. Penelusuran informasi dan evaluasi
6. Proses Pembelian
7. Model perilaku konsumen
Buku Rujukan
1. Loudon, D.L. & Della-Bitta, A.J. 1993. Consumer Behavior: Consepts Aplication (4th ed). Singapore: McGraw Hill
2. Engel, J.F., Blackswell, R.D., & Miniard, P.W. 1995. Consumer Behavior (8th ed). Tokyo: The Dryden Press
*****
Nomor Urut Matakuliah : 59
Kode Matakuliah : PSI 3731
Nama Matakuliah : Psikologi Klinis
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa mampu memahami pengertian dan konsep dasar psikologi klinis
2. Memahami pendekatan dan prinsip-prinsip penanganan terhadap kasus disfungsi psikologis
Materi Kuliah
1. Pengertian dan konsep dasar klinis
2. Pendekatan terhadap disfungsi psikologis
3. Prinsip pengukuran terhadap aspek intelektual, kepribadian, tingkah laku, neuropsikologi, psikofarmakologi
4. Pendekatan terhadap prevensi, intervensi, konsultasi, latihan non profesional, pendidikan dan kesehatan masyarakat
5. Etika dalam praktek psikologi klinis
Buku Rujukan
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Phares, E.J. 1992. Clinical Psychology: concepts, methods, profession. California: Brooks/Cole Publishing Company.
2. Bernstein, D.A. & Nietzel M.T. 1980. Introduction to Clinical Psychology. New York: McGraw Hill.
3. Sumarmo, Suprapti. Pengantar Psikologi Klinis.
4. PPDGJ III & DSM IV
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 60
Kode Matakuliah : PSI 3732
Nama Matakuliah : Psikologi Konseling
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami prinsip-prinsip dasar konseling serta beberapa teknik dan langkah-langkah pelaksanaan konseling
Materi Kuliah
1. Pengertian dan prinsip-prinsip konseling
2. Makna tingkah laku membantu
3. Langkah-langkah dalam konseling
4. Beberapa pendekatan dan macam konseling
5. Teknik-teknik konseling
Buku Rujukan
1. Hansen, J.C., Stevic, R.R., & Warmer, R.W. 1986. Counseling: Theory and Process (4th ed.) Boston: Allyn & Bacon, Inc
2. Rogers, C. 1942. Counseling & Psychoterapy.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 61
Kode Matakuliah : PSI 3433
Nama Matakuliah : Psikologi Agama I
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Agama II
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa mampu memahami konsep tentang agama, kaitan agama dan ilmu pengetahuan, serta psikologi dan agama.
2. Mahasiswa memahami metode penelitian dan sumber jiwa agama.
3. Memahami mengetahui berbagai aliran dan ahli psikologi yang pro dan kontra dalam kajian agama dan psikologi.
Materi Kuliah
1. Definisi agama
2. Agama dan ilmu pengetahuan
3. Psikologi dan agama
4. Tinjauan tentang psikologi agama
5. Psikologi vs agama
6. Psikologi pro agama
7. Metodologi penelitian dan sumber jiwa agama
Buku Rujukan
1. Kung, Hans. 1988. Sigmund Freud vis A vis Tuhan. (Terjemahan). Yogyakarta: Ircisod.
2. Rakhmat, Jalaluddin. 2004. Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Bandung: Penerbit Mizan.
3. Jalaluddin. 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
4. Ramayulis. 2002. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
5. Thouless, Robert H. 2000. Pengantar Psikologi Agama. (Terjemahan). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
6. Darajat, Zakiyah. 1991. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: CV Bulan Bintang
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 62
Kode Matakuliah : PSI 3534
Nama Matakuliah : Psikologi Agama II
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Agama I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Agama III
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa memahami konsep agama dan kesehatan mental, psikoterapi dan peran agama dalam pemeliharaan kesehatan mental.
2. Memahami konsep-konsep logoterapi dan psikologi transpersonal.
3. Memahami kepribadian dan sikap keberagamaan serta motivasi perilaku beragama.
Materi Kuliah
1. Psikologi transpersonal
2. Logoterapi
3. Agama dan psikoterapi
4. Prinsip pelaksanaan psikoterapi islami
5. Peranan agama dalam terapi neurosis
6. Agama dan kesehatan mental
7. Metode perolehan dan pemeliharaan kesehatan mental
8. Kepribadian dan sikap keberagamaan
9. Motivasi untuk berperilaku agama
Buku Rujukan
1. Mudjib, Abdul & Mudzakir, Jusuf. 2001. Nuansa-Nuansa Psikologi Islami. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
2. Bastaman, Hanna Djumhana. Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Paramadina.
3. Jalaluddin. 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
4. Adz-Dzaky. M. Hamdani Bakran. 2004. Konseling dan Psikologi Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
5. Syukur, Nico. 1988. Pengalaman dan Motivasi Agama. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
6. Frankl, Victor E. 2004. Mencari Makna Hidup. Bandung: Penerbit Nuansa.
7. Darajat, Zakiyah. 2002.Psikoterapi Islami. Jakarta: PT. Bulan Bintang.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 63
Kode Matakuliah : PSI 3635
Nama Matakuliah : Psikologi Agama III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Agama II
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa memahami konsep tentang perkembangan jiwa keagamaan darimasa kanak-kanak hingga usia lanjut.
2. Mahasiswa mengerti konsep kematangan beragama seseorang.
3. Mahasiswa mengetahui dan memahami pengaruh pendidikan dan kebudayaan terhadap jiwa keagamaan, gangguan dalam perkembangan jiwa agama, pengaruh agama dalam kehidupan.
4. Mahasiswa memahami proses terjadinya konversi agama dan konsep kebahagiaan menurut berbagai agama.
Materi Kuliah
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa anak-anak.
2. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa remaja.
3. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa dewasa.
4. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa lanjut usia.
5. Kematangan beragama.
6. Pengaruh pendidikan dan kebudayaan terhadap jiwa keagamaan.
7. Konversi agama.
8. Kebahagiaan dalam konsep agama-agama.
9. Agama dan pengaruhnya dalam kehidupan
Buku Rujukan
1. Bastaman, Hanna Djumhana. 1996. Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Paramadina.
2. Rahmat, Jalaluddin. 2004. Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Bandung: Penerbit Mizan.
3. Rahmat, Jalaluddin. 2004. Meraih Kebahagiaan. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
4. Hidayat, Komaruddin., dkk. 1999. Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Logos.
5. Ramayulis. 2002. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia.
6. Thouless, Robert H. 2000. Pengantar Psikologi Agama. (Terjemahan). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
7. Sururin. 2004. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
8. Darajat, Zakiyah. 1996. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Bulan Bintang.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 67
Kode Matakuliah : PSD 5001
Nama Matakuliah : Kesulitan Belajar
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : II ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang menghambat kelancaran proses belajar di sekolah dan membuat saran-saran atau rencana untuk mengatasinya
Materi Matakuliah
1. Ciri-ciri kesulitan belajar
2. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar
3. Kesulitan pemrosesan informasi
4. Perilaku bermasalah
5. Phobia sekolah
6. Kesulitan belajar non verbal
7. Kesulitan belajar matematika
8. Sekolah, kesulitan belajar dan delikuensi
9. Lengah tugas dan hiperaktivitas
10. Kesulitan konsentrasi
11. Motivasi belajar rendah
12. Penderita epilepsi
13. Peran keterlibatan orang tua dalam intervensi
Buku Rujukan
1. Bryan, T.H. 1975. Understanding Learning Disability. New York: Alfred Publishing Co. Inc.
2. Hall, D.M.B. 1996. The Child with Disability. London: University Press Cambridge
3. Schaefer, C.E. & Millman, H.L. 1981. How To Help Children With Common Problems. New York: Van Nostrand Reinhold Comp.
****
Nomor Urut Matakuliah : 68
Kode Matakuliah : PSD 5002
Nama Matakuliah : Identifikasi & Pengembangan Kreativitas
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan II
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : V ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Merumuskan konsep kreativitas ditinjau dari aspek 4P
2. Membedakan aptitude dan non-aptitude traits dari kreativitas
3. Mengenali faktor-faktor internal dan eksternal yang menunjang pengembangan kreativitas
4. Memahami berbagai teori, taksonomi dan model pengembangan kreativitas
5. Mengenal dan menerapkan teknik-teknik kreativitas
6. Mengenal dan menerapkan teknik-teknik pengukuran kreativitas
Materi Matakuliah
1. Konsep kreativitas ditinjau dari 4P
2. Ciri-ciri aptitude dan non-aptitude dari kreativitas
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
3. Kondisi-kondisi yang memupuk dan menghambat kreativitas
4. Kreativitas dan inteligensi
5. Kreativitas dan memori
6. Diri (self) dan kreativitas
7. Peran keluarga dan sekolah dalam memupuk kreativitas anak
8. Model kognitif dan afektif dari Williams
9. Model terpadu dari Clark
10. Teknik hubungan yang dipaksakan dan teknik morfologikal untuk memacu gagasan
11. Pendaftaran atribut dan daftar pertanyaan yang memacu gagasan
12. Teknik urun rembuk dan memacu gagasan
13. Pemecahan masalah secara kreatif
14. Teknik-teknik pengukuran kreativitas
Buku Rujukan
1. Munandar, S.C.Utami. 1992. Mengembangkan Bakat & Kreativitas Anak Sekolah. (Cetakan IV). Jakarta: Gramedia.
2. Isenberg, Joan P. and Jalongo, Mary Renck. 1993. Creative Expression and Play in the Early Childhood Curriculum. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 69
Kode Matakuliah : PSD 5003
Nama Matakuliah : Bimbingan Karir di Sekolah
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Pendidikan III
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : VI ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat mendiskusikan proses perkembangan karir seseorang dan merancang jalan karir untuk mencapainya.
Materi Matakuliah
1. Defenisi Karir
2. Faktor yang mempengaruhi pilihan karir
3. Tahapan karir
4. Stereotip jenis kelamin dalam pilihan karir
5. Pengertian, tipe, skema perbandingan jangkar karir
6. Kesuksesan karir
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi karir : minat dan aspirasi
8. Pengertian minat, teori Holland, pengukuran minat
9. Pengertian aspirasi, proses terbentuknya, faktor yang mempengaruhi, pengukurannya
10. Hambatan pribadi
11. Faktor-faktor dalam diri yang menghambat karir
12. Pelatihan bimbingan karir di SD, SMU, SMK
Buku Rujukan
1. Brooks, L. 1991. Career Choice and Development. Oxford: Josseys Bass Publisher
*****
Nomor Urut Matakuliah : 70
Kode Matakuliah : PSP 5004
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nama Matakuliah : Psikologi Bermain
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : IV ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mengetahui, memahami dan menganal bermacam-macam teori bermain serta pentingnya kegiatan bermain untuk menunjang perkembangan anak normal dan cacat.
Materi Matakuliah
1. Pengantar teori bermain
2. Tahapan perkembangan bermain
3. Manfaat bermain
4. Hubungan bermain dan perkembangan fisik/motorik, perkembangan sosial, kognitif dan kepribadian
5. Jenis-jenis kegiatan bermain
6. Alat permainan elektronik
7. Macam-macam alat permainan dan cara memainkannya untuk anak normal & cacat
8. Faktor-faktor yang berperan dalam kegiatan bermain
9. Issue tentang kegiatan bermain di masyarakat
10. Bermain dan pengembangan kreatifitas
Buku Rujukan
1. Tedjasaputra, M.S. 1995. Bermain, Mainan dan Permainan. Jakarta: Grasindo.
2. Isenberg, Joan P. and Jalongo, Mary Renck. 1993. Creative Expression and Play in the Early Childhood Curriculum. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 58
Kode Matakuliah : PSI 3430
Nama Matakuliah : Psikologi Industri dan Organisasi III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Industri dan Organisasi I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Pelatihan
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa memahami konsumen dalam kaitannya dengan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan pribadi konsumen
2. Pendekatan berdasarkan segmen psikografis
3. Peranan budaya dan subbudaya terhadap keputusan konsumen
4. Pengaruh kelas sosial, determinan individu terhadap perilaku, proses pengambilan keputusan
Materi Kuliah
1. Pengertian perilaku dan psikologi konsumen serta ruang lingkupnya
2. Psikologi budaya dan subbudaya pengaruh kelas sosial, kelompok, keluarga dan orang lain
3. Determinan individual, kepribadian, konsep diri, motivasi dan keterlibatan, pemrosesan informasi dan periklanan, pembelajaran, sikap dan perubahan sikap
4. Proses pengambilan keputusan
5. Penelusuran informasi dan evaluasi
6. Proses Pembelian
7. Model perilaku konsumen
Buku Rujukan
1. Loudon, D.L. & Della-Bitta, A.J. 1993. Consumer Behavior: Consepts Aplication (4th ed). Singapore: McGraw Hill
2. Engel, J.F., Blackswell, R.D., & Miniard, P.W. 1995. Consumer Behavior (8th ed). Tokyo: The Dryden Press
*****
Nomor Urut Matakuliah : 59
Kode Matakuliah : PSI 3731
Nama Matakuliah : Psikologi Klinis
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa mampu memahami pengertian dan konsep dasar psikologi klinis
2. Memahami pendekatan dan prinsip-prinsip penanganan terhadap kasus disfungsi psikologis
Materi Kuliah
1. Pengertian dan konsep dasar klinis
2. Pendekatan terhadap disfungsi psikologis
3. Prinsip pengukuran terhadap aspek intelektual, kepribadian, tingkah laku, neuropsikologi, psikofarmakologi
4. Pendekatan terhadap prevensi, intervensi, konsultasi, latihan non profesional, pendidikan dan kesehatan masyarakat
5. Etika dalam praktek psikologi klinis
Buku Rujukan
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Phares, E.J. 1992. Clinical Psychology: concepts, methods, profession. California: Brooks/Cole Publishing Company.
2. Bernstein, D.A. & Nietzel M.T. 1980. Introduction to Clinical Psychology. New York: McGraw Hill.
3. Sumarmo, Suprapti. Pengantar Psikologi Klinis.
4. PPDGJ III & DSM IV
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 60
Kode Matakuliah : PSI 3732
Nama Matakuliah : Psikologi Konseling
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami prinsip-prinsip dasar konseling serta beberapa teknik dan langkah-langkah pelaksanaan konseling
Materi Kuliah
1. Pengertian dan prinsip-prinsip konseling
2. Makna tingkah laku membantu
3. Langkah-langkah dalam konseling
4. Beberapa pendekatan dan macam konseling
5. Teknik-teknik konseling
Buku Rujukan
1. Hansen, J.C., Stevic, R.R., & Warmer, R.W. 1986. Counseling: Theory and Process (4th ed.) Boston: Allyn & Bacon, Inc
2. Rogers, C. 1942. Counseling & Psychoterapy.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 61
Kode Matakuliah : PSI 3433
Nama Matakuliah : Psikologi Agama I
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Agama II
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa mampu memahami konsep tentang agama, kaitan agama dan ilmu pengetahuan, serta psikologi dan agama.
2. Mahasiswa memahami metode penelitian dan sumber jiwa agama.
3. Memahami mengetahui berbagai aliran dan ahli psikologi yang pro dan kontra dalam kajian agama dan psikologi.
Materi Kuliah
1. Definisi agama
2. Agama dan ilmu pengetahuan
3. Psikologi dan agama
4. Tinjauan tentang psikologi agama
5. Psikologi vs agama
6. Psikologi pro agama
7. Metodologi penelitian dan sumber jiwa agama
Buku Rujukan
1. Kung, Hans. 1988. Sigmund Freud vis A vis Tuhan. (Terjemahan). Yogyakarta: Ircisod.
2. Rakhmat, Jalaluddin. 2004. Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Bandung: Penerbit Mizan.
3. Jalaluddin. 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
4. Ramayulis. 2002. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
5. Thouless, Robert H. 2000. Pengantar Psikologi Agama. (Terjemahan). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
6. Darajat, Zakiyah. 1991. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: CV Bulan Bintang
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 62
Kode Matakuliah : PSI 3534
Nama Matakuliah : Psikologi Agama II
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Agama I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Agama III
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa memahami konsep agama dan kesehatan mental, psikoterapi dan peran agama dalam pemeliharaan kesehatan mental.
2. Memahami konsep-konsep logoterapi dan psikologi transpersonal.
3. Memahami kepribadian dan sikap keberagamaan serta motivasi perilaku beragama.
Materi Kuliah
1. Psikologi transpersonal
2. Logoterapi
3. Agama dan psikoterapi
4. Prinsip pelaksanaan psikoterapi islami
5. Peranan agama dalam terapi neurosis
6. Agama dan kesehatan mental
7. Metode perolehan dan pemeliharaan kesehatan mental
8. Kepribadian dan sikap keberagamaan
9. Motivasi untuk berperilaku agama
Buku Rujukan
1. Mudjib, Abdul & Mudzakir, Jusuf. 2001. Nuansa-Nuansa Psikologi Islami. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
2. Bastaman, Hanna Djumhana. Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Paramadina.
3. Jalaluddin. 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
4. Adz-Dzaky. M. Hamdani Bakran. 2004. Konseling dan Psikologi Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
5. Syukur, Nico. 1988. Pengalaman dan Motivasi Agama. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
6. Frankl, Victor E. 2004. Mencari Makna Hidup. Bandung: Penerbit Nuansa.
7. Darajat, Zakiyah. 2002.Psikoterapi Islami. Jakarta: PT. Bulan Bintang.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 63
Kode Matakuliah : PSI 3635
Nama Matakuliah : Psikologi Agama III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Agama II
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa memahami konsep tentang perkembangan jiwa keagamaan darimasa kanak-kanak hingga usia lanjut.
2. Mahasiswa mengerti konsep kematangan beragama seseorang.
3. Mahasiswa mengetahui dan memahami pengaruh pendidikan dan kebudayaan terhadap jiwa keagamaan, gangguan dalam perkembangan jiwa agama, pengaruh agama dalam kehidupan.
4. Mahasiswa memahami proses terjadinya konversi agama dan konsep kebahagiaan menurut berbagai agama.
Materi Kuliah
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa anak-anak.
2. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa remaja.
3. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa dewasa.
4. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa lanjut usia.
5. Kematangan beragama.
6. Pengaruh pendidikan dan kebudayaan terhadap jiwa keagamaan.
7. Konversi agama.
8. Kebahagiaan dalam konsep agama-agama.
9. Agama dan pengaruhnya dalam kehidupan
Buku Rujukan
1. Bastaman, Hanna Djumhana. 1996. Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Paramadina.
2. Rahmat, Jalaluddin. 2004. Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Bandung: Penerbit Mizan.
3. Rahmat, Jalaluddin. 2004. Meraih Kebahagiaan. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
4. Hidayat, Komaruddin., dkk. 1999. Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Logos.
5. Ramayulis. 2002. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia.
6. Thouless, Robert H. 2000. Pengantar Psikologi Agama. (Terjemahan). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
7. Sururin. 2004. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
8. Darajat, Zakiyah. 1996. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Bulan Bintang.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 67
Kode Matakuliah : PSD 5001
Nama Matakuliah : Kesulitan Belajar
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : II ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang menghambat kelancaran proses belajar di sekolah dan membuat saran-saran atau rencana untuk mengatasinya
Materi Matakuliah
1. Ciri-ciri kesulitan belajar
2. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar
3. Kesulitan pemrosesan informasi
4. Perilaku bermasalah
5. Phobia sekolah
6. Kesulitan belajar non verbal
7. Kesulitan belajar matematika
8. Sekolah, kesulitan belajar dan delikuensi
9. Lengah tugas dan hiperaktivitas
10. Kesulitan konsentrasi
11. Motivasi belajar rendah
12. Penderita epilepsi
13. Peran keterlibatan orang tua dalam intervensi
Buku Rujukan
1. Bryan, T.H. 1975. Understanding Learning Disability. New York: Alfred Publishing Co. Inc.
2. Hall, D.M.B. 1996. The Child with Disability. London: University Press Cambridge
3. Schaefer, C.E. & Millman, H.L. 1981. How To Help Children With Common Problems. New York: Van Nostrand Reinhold Comp.
****
Nomor Urut Matakuliah : 68
Kode Matakuliah : PSD 5002
Nama Matakuliah : Identifikasi & Pengembangan Kreativitas
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan II
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : V ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Merumuskan konsep kreativitas ditinjau dari aspek 4P
2. Membedakan aptitude dan non-aptitude traits dari kreativitas
3. Mengenali faktor-faktor internal dan eksternal yang menunjang pengembangan kreativitas
4. Memahami berbagai teori, taksonomi dan model pengembangan kreativitas
5. Mengenal dan menerapkan teknik-teknik kreativitas
6. Mengenal dan menerapkan teknik-teknik pengukuran kreativitas
Materi Matakuliah
1. Konsep kreativitas ditinjau dari 4P
2. Ciri-ciri aptitude dan non-aptitude dari kreativitas
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
3. Kondisi-kondisi yang memupuk dan menghambat kreativitas
4. Kreativitas dan inteligensi
5. Kreativitas dan memori
6. Diri (self) dan kreativitas
7. Peran keluarga dan sekolah dalam memupuk kreativitas anak
8. Model kognitif dan afektif dari Williams
9. Model terpadu dari Clark
10. Teknik hubungan yang dipaksakan dan teknik morfologikal untuk memacu gagasan
11. Pendaftaran atribut dan daftar pertanyaan yang memacu gagasan
12. Teknik urun rembuk dan memacu gagasan
13. Pemecahan masalah secara kreatif
14. Teknik-teknik pengukuran kreativitas
Buku Rujukan
1. Munandar, S.C.Utami. 1992. Mengembangkan Bakat & Kreativitas Anak Sekolah. (Cetakan IV). Jakarta: Gramedia.
2. Isenberg, Joan P. and Jalongo, Mary Renck. 1993. Creative Expression and Play in the Early Childhood Curriculum. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 69
Kode Matakuliah : PSD 5003
Nama Matakuliah : Bimbingan Karir di Sekolah
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Pendidikan III
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : VI ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat mendiskusikan proses perkembangan karir seseorang dan merancang jalan karir untuk mencapainya.
Materi Matakuliah
1. Defenisi Karir
2. Faktor yang mempengaruhi pilihan karir
3. Tahapan karir
4. Stereotip jenis kelamin dalam pilihan karir
5. Pengertian, tipe, skema perbandingan jangkar karir
6. Kesuksesan karir
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi karir : minat dan aspirasi
8. Pengertian minat, teori Holland, pengukuran minat
9. Pengertian aspirasi, proses terbentuknya, faktor yang mempengaruhi, pengukurannya
10. Hambatan pribadi
11. Faktor-faktor dalam diri yang menghambat karir
12. Pelatihan bimbingan karir di SD, SMU, SMK
Buku Rujukan
1. Brooks, L. 1991. Career Choice and Development. Oxford: Josseys Bass Publisher
*****
Nomor Urut Matakuliah : 70
Kode Matakuliah : PSP 5004
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nama Matakuliah : Psikologi Bermain
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : IV ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mengetahui, memahami dan menganal bermacam-macam teori bermain serta pentingnya kegiatan bermain untuk menunjang perkembangan anak normal dan cacat.
Materi Matakuliah
1. Pengantar teori bermain
2. Tahapan perkembangan bermain
3. Manfaat bermain
4. Hubungan bermain dan perkembangan fisik/motorik, perkembangan sosial, kognitif dan kepribadian
5. Jenis-jenis kegiatan bermain
6. Alat permainan elektronik
7. Macam-macam alat permainan dan cara memainkannya untuk anak normal & cacat
8. Faktor-faktor yang berperan dalam kegiatan bermain
9. Issue tentang kegiatan bermain di masyarakat
10. Bermain dan pengembangan kreatifitas
Buku Rujukan
1. Tedjasaputra, M.S. 1995. Bermain, Mainan dan Permainan. Jakarta: Grasindo.
2. Isenberg, Joan P. and Jalongo, Mary Renck. 1993. Creative Expression and Play in the Early Childhood Curriculum. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 58
Kode Matakuliah : PSI 3430
Nama Matakuliah : Psikologi Industri dan Organisasi III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Industri dan Organisasi I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Pelatihan
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa memahami konsumen dalam kaitannya dengan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan pribadi konsumen
2. Pendekatan berdasarkan segmen psikografis
3. Peranan budaya dan subbudaya terhadap keputusan konsumen
4. Pengaruh kelas sosial, determinan individu terhadap perilaku, proses pengambilan keputusan
Materi Kuliah
1. Pengertian perilaku dan psikologi konsumen serta ruang lingkupnya
2. Psikologi budaya dan subbudaya pengaruh kelas sosial, kelompok, keluarga dan orang lain
3. Determinan individual, kepribadian, konsep diri, motivasi dan keterlibatan, pemrosesan informasi dan periklanan, pembelajaran, sikap dan perubahan sikap
4. Proses pengambilan keputusan
5. Penelusuran informasi dan evaluasi
6. Proses Pembelian
7. Model perilaku konsumen
Buku Rujukan
1. Loudon, D.L. & Della-Bitta, A.J. 1993. Consumer Behavior: Consepts Aplication (4th ed). Singapore: McGraw Hill
2. Engel, J.F., Blackswell, R.D., & Miniard, P.W. 1995. Consumer Behavior (8th ed). Tokyo: The Dryden Press
*****
Nomor Urut Matakuliah : 59
Kode Matakuliah : PSI 3731
Nama Matakuliah : Psikologi Klinis
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa mampu memahami pengertian dan konsep dasar psikologi klinis
2. Memahami pendekatan dan prinsip-prinsip penanganan terhadap kasus disfungsi psikologis
Materi Kuliah
1. Pengertian dan konsep dasar klinis
2. Pendekatan terhadap disfungsi psikologis
3. Prinsip pengukuran terhadap aspek intelektual, kepribadian, tingkah laku, neuropsikologi, psikofarmakologi
4. Pendekatan terhadap prevensi, intervensi, konsultasi, latihan non profesional, pendidikan dan kesehatan masyarakat
5. Etika dalam praktek psikologi klinis
Buku Rujukan
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Phares, E.J. 1992. Clinical Psychology: concepts, methods, profession. California: Brooks/Cole Publishing Company.
2. Bernstein, D.A. & Nietzel M.T. 1980. Introduction to Clinical Psychology. New York: McGraw Hill.
3. Sumarmo, Suprapti. Pengantar Psikologi Klinis.
4. PPDGJ III & DSM IV
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 60
Kode Matakuliah : PSI 3732
Nama Matakuliah : Psikologi Konseling
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Abnormal dan Psikopatologi
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami prinsip-prinsip dasar konseling serta beberapa teknik dan langkah-langkah pelaksanaan konseling
Materi Kuliah
1. Pengertian dan prinsip-prinsip konseling
2. Makna tingkah laku membantu
3. Langkah-langkah dalam konseling
4. Beberapa pendekatan dan macam konseling
5. Teknik-teknik konseling
Buku Rujukan
1. Hansen, J.C., Stevic, R.R., & Warmer, R.W. 1986. Counseling: Theory and Process (4th ed.) Boston: Allyn & Bacon, Inc
2. Rogers, C. 1942. Counseling & Psychoterapy.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 61
Kode Matakuliah : PSI 3433
Nama Matakuliah : Psikologi Agama I
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Agama II
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa mampu memahami konsep tentang agama, kaitan agama dan ilmu pengetahuan, serta psikologi dan agama.
2. Mahasiswa memahami metode penelitian dan sumber jiwa agama.
3. Memahami mengetahui berbagai aliran dan ahli psikologi yang pro dan kontra dalam kajian agama dan psikologi.
Materi Kuliah
1. Definisi agama
2. Agama dan ilmu pengetahuan
3. Psikologi dan agama
4. Tinjauan tentang psikologi agama
5. Psikologi vs agama
6. Psikologi pro agama
7. Metodologi penelitian dan sumber jiwa agama
Buku Rujukan
1. Kung, Hans. 1988. Sigmund Freud vis A vis Tuhan. (Terjemahan). Yogyakarta: Ircisod.
2. Rakhmat, Jalaluddin. 2004. Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Bandung: Penerbit Mizan.
3. Jalaluddin. 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
4. Ramayulis. 2002. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
5. Thouless, Robert H. 2000. Pengantar Psikologi Agama. (Terjemahan). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
6. Darajat, Zakiyah. 1991. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: CV Bulan Bintang
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 62
Kode Matakuliah : PSI 3534
Nama Matakuliah : Psikologi Agama II
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Agama I
Prasyarat Untuk Matakuliah : Psikologi Agama III
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Agar mahasiswa memahami konsep agama dan kesehatan mental, psikoterapi dan peran agama dalam pemeliharaan kesehatan mental.
2. Memahami konsep-konsep logoterapi dan psikologi transpersonal.
3. Memahami kepribadian dan sikap keberagamaan serta motivasi perilaku beragama.
Materi Kuliah
1. Psikologi transpersonal
2. Logoterapi
3. Agama dan psikoterapi
4. Prinsip pelaksanaan psikoterapi islami
5. Peranan agama dalam terapi neurosis
6. Agama dan kesehatan mental
7. Metode perolehan dan pemeliharaan kesehatan mental
8. Kepribadian dan sikap keberagamaan
9. Motivasi untuk berperilaku agama
Buku Rujukan
1. Mudjib, Abdul & Mudzakir, Jusuf. 2001. Nuansa-Nuansa Psikologi Islami. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
2. Bastaman, Hanna Djumhana. Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Paramadina.
3. Jalaluddin. 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
4. Adz-Dzaky. M. Hamdani Bakran. 2004. Konseling dan Psikologi Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
5. Syukur, Nico. 1988. Pengalaman dan Motivasi Agama. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
6. Frankl, Victor E. 2004. Mencari Makna Hidup. Bandung: Penerbit Nuansa.
7. Darajat, Zakiyah. 2002.Psikoterapi Islami. Jakarta: PT. Bulan Bintang.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 63
Kode Matakuliah : PSI 3635
Nama Matakuliah : Psikologi Agama III
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Mata Kuliah Prasyarat : Psikologi Agama II
Prasyarat Untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 6
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa memahami konsep tentang perkembangan jiwa keagamaan darimasa kanak-kanak hingga usia lanjut.
2. Mahasiswa mengerti konsep kematangan beragama seseorang.
3. Mahasiswa mengetahui dan memahami pengaruh pendidikan dan kebudayaan terhadap jiwa keagamaan, gangguan dalam perkembangan jiwa agama, pengaruh agama dalam kehidupan.
4. Mahasiswa memahami proses terjadinya konversi agama dan konsep kebahagiaan menurut berbagai agama.
Materi Kuliah
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa anak-anak.
2. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa remaja.
3. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa dewasa.
4. Perkembangan jiwa keagamaan pada masa lanjut usia.
5. Kematangan beragama.
6. Pengaruh pendidikan dan kebudayaan terhadap jiwa keagamaan.
7. Konversi agama.
8. Kebahagiaan dalam konsep agama-agama.
9. Agama dan pengaruhnya dalam kehidupan
Buku Rujukan
1. Bastaman, Hanna Djumhana. 1996. Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Paramadina.
2. Rahmat, Jalaluddin. 2004. Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Bandung: Penerbit Mizan.
3. Rahmat, Jalaluddin. 2004. Meraih Kebahagiaan. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
4. Hidayat, Komaruddin., dkk. 1999. Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Logos.
5. Ramayulis. 2002. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia.
6. Thouless, Robert H. 2000. Pengantar Psikologi Agama. (Terjemahan). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
7. Sururin. 2004. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
8. Darajat, Zakiyah. 1996. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Bulan Bintang.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 67
Kode Matakuliah : PSD 5001
Nama Matakuliah : Kesulitan Belajar
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : II ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang menghambat kelancaran proses belajar di sekolah dan membuat saran-saran atau rencana untuk mengatasinya
Materi Matakuliah
1. Ciri-ciri kesulitan belajar
2. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar
3. Kesulitan pemrosesan informasi
4. Perilaku bermasalah
5. Phobia sekolah
6. Kesulitan belajar non verbal
7. Kesulitan belajar matematika
8. Sekolah, kesulitan belajar dan delikuensi
9. Lengah tugas dan hiperaktivitas
10. Kesulitan konsentrasi
11. Motivasi belajar rendah
12. Penderita epilepsi
13. Peran keterlibatan orang tua dalam intervensi
Buku Rujukan
1. Bryan, T.H. 1975. Understanding Learning Disability. New York: Alfred Publishing Co. Inc.
2. Hall, D.M.B. 1996. The Child with Disability. London: University Press Cambridge
3. Schaefer, C.E. & Millman, H.L. 1981. How To Help Children With Common Problems. New York: Van Nostrand Reinhold Comp.
****
Nomor Urut Matakuliah : 68
Kode Matakuliah : PSD 5002
Nama Matakuliah : Identifikasi & Pengembangan Kreativitas
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan II
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : V ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Merumuskan konsep kreativitas ditinjau dari aspek 4P
2. Membedakan aptitude dan non-aptitude traits dari kreativitas
3. Mengenali faktor-faktor internal dan eksternal yang menunjang pengembangan kreativitas
4. Memahami berbagai teori, taksonomi dan model pengembangan kreativitas
5. Mengenal dan menerapkan teknik-teknik kreativitas
6. Mengenal dan menerapkan teknik-teknik pengukuran kreativitas
Materi Matakuliah
1. Konsep kreativitas ditinjau dari 4P
2. Ciri-ciri aptitude dan non-aptitude dari kreativitas
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
3. Kondisi-kondisi yang memupuk dan menghambat kreativitas
4. Kreativitas dan inteligensi
5. Kreativitas dan memori
6. Diri (self) dan kreativitas
7. Peran keluarga dan sekolah dalam memupuk kreativitas anak
8. Model kognitif dan afektif dari Williams
9. Model terpadu dari Clark
10. Teknik hubungan yang dipaksakan dan teknik morfologikal untuk memacu gagasan
11. Pendaftaran atribut dan daftar pertanyaan yang memacu gagasan
12. Teknik urun rembuk dan memacu gagasan
13. Pemecahan masalah secara kreatif
14. Teknik-teknik pengukuran kreativitas
Buku Rujukan
1. Munandar, S.C.Utami. 1992. Mengembangkan Bakat & Kreativitas Anak Sekolah. (Cetakan IV). Jakarta: Gramedia.
2. Isenberg, Joan P. and Jalongo, Mary Renck. 1993. Creative Expression and Play in the Early Childhood Curriculum. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 69
Kode Matakuliah : PSD 5003
Nama Matakuliah : Bimbingan Karir di Sekolah
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Pendidikan III
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : VI ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat mendiskusikan proses perkembangan karir seseorang dan merancang jalan karir untuk mencapainya.
Materi Matakuliah
1. Defenisi Karir
2. Faktor yang mempengaruhi pilihan karir
3. Tahapan karir
4. Stereotip jenis kelamin dalam pilihan karir
5. Pengertian, tipe, skema perbandingan jangkar karir
6. Kesuksesan karir
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi karir : minat dan aspirasi
8. Pengertian minat, teori Holland, pengukuran minat
9. Pengertian aspirasi, proses terbentuknya, faktor yang mempengaruhi, pengukurannya
10. Hambatan pribadi
11. Faktor-faktor dalam diri yang menghambat karir
12. Pelatihan bimbingan karir di SD, SMU, SMK
Buku Rujukan
1. Brooks, L. 1991. Career Choice and Development. Oxford: Josseys Bass Publisher
*****
Nomor Urut Matakuliah : 70
Kode Matakuliah : PSP 5004
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nama Matakuliah : Psikologi Bermain
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : IV ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mengetahui, memahami dan menganal bermacam-macam teori bermain serta pentingnya kegiatan bermain untuk menunjang perkembangan anak normal dan cacat.
Materi Matakuliah
1. Pengantar teori bermain
2. Tahapan perkembangan bermain
3. Manfaat bermain
4. Hubungan bermain dan perkembangan fisik/motorik, perkembangan sosial, kognitif dan kepribadian
5. Jenis-jenis kegiatan bermain
6. Alat permainan elektronik
7. Macam-macam alat permainan dan cara memainkannya untuk anak normal & cacat
8. Faktor-faktor yang berperan dalam kegiatan bermain
9. Issue tentang kegiatan bermain di masyarakat
10. Bermain dan pengembangan kreatifitas
Buku Rujukan
1. Tedjasaputra, M.S. 1995. Bermain, Mainan dan Permainan. Jakarta: Grasindo.
2. Isenberg, Joan P. and Jalongo, Mary Renck. 1993. Creative Expression and Play in the Early Childhood Curriculum. New York: MacMillan Publishing Company.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 71
Kode Matakuliah : PSS 5005
Nama Matakuliah : Komunikasi dan Perubahan Perilaku
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Sosial II
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : V ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep-konsep dan proses komunikasi
2. Memahami komunikasi sebagai sarana hubungan interpersonal
3. Memahami faktor-faktor fisiologis dan psikologis komunikasi sebagai sarana perubahan tingkah laku
Materi Matakuliah
1. Pengertian dan fungsi komunikasi
2. Ciri-ciri dan dimensi komunikasi
3. Unsur-unsur komunikasi
4. Prinsip hubungan interpersonal
5. Komunikasi interpersonal
6. Faktor fisiologis dalam komunikasi interpersonal
7. Faktor-faktor psikologis dalam hubungan interpersonal
8. Komunikasi yang efektif
9. Konsep perubahan dalam komunikasi sebagai perubahan sikap
10. Komunikasi sebagai sarana perubahan tingkah laku
11. Memanfaatkan umpan balik
12. Self-disclosure
13. Strategi-strategi perubahan individual
14. Konseling
15. Perubahan yang direncanakan
16. Berbagai strategi perubahan sosial
17. Analisa transaksional sebagai teori komunikasi
Buku Rujukan
1. Ross, R.S. & Ross, M.G. 1982. Interacting & Interacting: An Introduction to Interpersonal Communication. London: Prentice-Hall International
2. Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 72
Kode Matakuliah : PSP 5006
Nama Matakuliah : Psikologi Perkembangan Remaja
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Perkembangan II
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : V ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami perkembangan berbagai aspek pada masa remaja dan dampaknya terhadap perilaku dan perkembangan kepribadian serta memahami kaitan antara perkembangan tersebut dengan masalah aktual yang dihadapi remaja.
Materi Matakuliah
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Perkembangan fisiologik
2. Perkembangan seksual
3. Perkembangan kognitif
4. Perkembangan sosial-emosional
5. Perkembangan agama dan moral
6. Keterkaitan antara perkembangan-perkembangan tersebut dan dampaknya pada perilaku
7. Pemantapan identitas diri
8. Masalah-masalah remaja dan proses pemantapan identitas diri serta tugas perkembangan
Buku Rujukan
1. Adam, G.R. & Gullotta, T.L. 1981. Adolescent Life Experience. California: Brooks/Cole Publishing Company.
2. Papalia, D. & Olds, S.W. 1992. Human Development (5th ed.). New York: McGraw Hill
3. Sarwono, S.W. 1991. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 73
Kode Matakuliah : PSI 5007
Nama Matakuliah : Konseling Kejuruan
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Industri & Organisasi I
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : III ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan ruang lingkup konseling kejuruan, tujuan konseling kejuruan bagi individu (di luar dan di dalam perusahaan/organisasi), bagi perusahaan dan bagi masyarakat, faktor-faktor yang berperan dalam konseling kejuruan, proses konseling kejuruan.
Materi Matakuliah
1. Sejarah munculnya konseling kejuruan
2. Kaitan psikologi industri organisasi dan konseling kejuruan
3. Ruang lingkup konseling kejuruan
4. Peran konseling kejuruan bagi individu dan bagi pengembangan perusahaan
5. Proses konseling kejuruan
6. Metode-metode yang digunakan dalam konseling kejuruan
7. Masalah-masalah dalam memilih bidang kerja dan melaksanakan kerja
8. Peninjauan faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan dalam proses konseling kejuruan
9. Teknik konseling kejuruan
10. Pembuatan laporan
11. Persyaratan konselor
12. Kode etik konselor
Buku Rujukan
1. Blum, M. & Balinsky, B. 1980. Counseling and Psychology, Vocational Psychology and its Relation to Educational and Personal Counseling. New Jersey: Prentice Hall Inc.
2. Peter, H.J. & Hansen, J.C. 1971. Vocational Guidance and Career Development (2nd ed.). New York: The MacMillan Co.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 74
Kode Matakuliah : PSU 5008
Nama Matakuliah : Penelitian Kualitatif
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Matakuliah Prasyarat : Psikodiagnostik II (MOW)
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : V ke atas
Kompetensi Umum Matakuliah
Memperkenalkan paradigma penelitian kualitatif dan mempersiapkan mahasiswa untuk mampu melaksanakan dan menginterpretasikan hasil penelitian kualitatif
Materi Matakuliah
1. Paradigma-paradigma dalam penelitian ilmu sosial
2. Karakteristik penelitian kualitatif
3. Metode-metode dalam penelitian kualitatif
4. Tipe-tipe penelitian kualitatif
5. Analisis data dan pelaporan hasil penelitian kualitatif
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Buku Rujukan
1. Denzin, N.K. & Lincoln, I.S. 1994. Handbook of Qualitative Research. Newbury Park: Sage Publications.
2. Marshall, C.V. & Rossman, G.B. 1989. Designing Qualitative Research. Newbury Park: Sage Publications.
*****

Posted by: vendrafirdian | February 20, 2009

SILABUS MATAKULIAH FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SUSKA RIAU

BAB I

II. KURIKULUM DAN SILABUS
B. SILABUS
B. SILABUS MATAKULIAH FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SUSKA RIAU TAHUN AKADEMIK
Nomor Urut Matakuliah : 1
Kode Matakuliah : UIN 1201
Nama Matakuliah : Pancasila
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah :Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Menciptakan mahasiswa yang pancasilais.
2. Menjadikan warga masyarakat yang baik dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa.
3. Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi pelaksanaan kehidupan kenegaraan.
4. Mengembangkan kultur demokrasi.
5. Mampu membentuk mahasiswa menjadi good and responsible citizen.
Materi Matakuliah
1. Pancasila sebagai pandangan hidup
2. Pancasila sebagai dasar negara.
3. Pancasila sebagai falsafah negara.
4. Nilai – nilai filosofis Pancasila.
5. Nilai – nilai filosofis Pancasila dan kaitannya dengan kebijakan negara.
6. Pancasila sebagai ideology bangsa.
7. Demokrasi Pancasila.
8. Parameter demokrasi.
9. Leadership principle dalam Pancasila.
10. Menumbuhkan tanggung jawab berbangsa dan bernegara ( refleksi terhadap pemikir-pemikir demokratis, Amin Rais, Nurcholis Madjid, Kwik Kian Gie, Habibie ).
10. Pemerintahan yang Konstitusional.
11. Pemerintahan yang good governance
12. Pengungsi dan hak – haknya.
13. Rancangan undang–undang pornografi dan pornoaksi dan kaitannya realisasi nilai-nilai Pancasila.
14. Masyarakat madani dalam Pancasila.
Buku Rujukan
1. Subandi Al Marsudi. Pancasila dan UUD 45 dalam Paradigma Reformasi.
2. Darmodiharjo Darji. Nilai – nilai Pancasila dalam Sistem Hukum Indonesia.
3. Soerjanto Koesno Wardoyo. Falsafah Pancasila.
4. Mubyarto. Pancasila Sebagai Ideologi.
5. Muhammad Hatta dkk. Uraian Pancasila.
6. Miriam Budiarjo. Dasar – dasar Ilmu Politik.
7. Inu Kencana. Ilmu Pemerintahan.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 2
Kode Matakuliah : UIN 1502
Nama Matakuliah : Pendidikan Kewarganegaraan
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Membentuk kecakapan partisipatif yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik dan masyarakat di tingkat local,regional maupun internasional.
2. Menjadikan warga masyarakat yang baik dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa.
3. Menghasilkan mahasiswa yang berpikir kritis dan bertindak demokratis.
4. Mengembangkan kultur demokrasi.
5. Mampu membentuk mahasiswa menjadi warganegara yang baik dan bertanggung jawab.
Materi Matakuliah
1. Identitas nasional
2. Negara dan kewarganegaraan
3. Konstitusi
4. Pengertian dan hakikat demokrasi
5. Unsur-unsur penegak demokrasi
6. Parameter demokrasi
7. Otonomi daerah
8. Pengertian dan urgensi good governance
9. Prinsip-prinsip good governance
10. Hak azazi manusia
11. Pengertian dan urgensi masyarakat madani
12. Karakteristik dan pilar penegak masyarakat madani
Buku Rujukan
1. Alfian. 1978. Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta: PT Gramedia
2. Barth Fredric. T.Th. Kelompok Etnik dan Batasannya. Jakarta: UIP
3. Kuntowijoyo. 1990. Identitas Politik Umat Islam. Bandung: Penerbit Mizan.
4. Ubaidillah dkk. 2003. Demokrasi, Hak Azazi Manusia, dan Masyarakat Madani. Jakarta: ICCE UIN Jakarta.
5. Parsudi Suparlan. 1999. Hubungan antar Suku Bangsa. Jakarta: UIN Jakarta.
6. Muhammad Hikam AS. 2000. Fiqh Kewarganegaraan. Jakarta: PB PMII.
7. M. Solly Lubis. 1982. Azaz-Azaz Hukum Tata Negara. Bandung: Pustaka.
8. Imam Aziz dkk. 1993. Agama, Demokrasi, dan Keadilan. Jakarta: Penerbit Gramedia.
9. Buku-buku penunjang lainnya.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 3
Kode Matakuliah : UIN 1103
Nama Matakuliah : Pengantar Studi Agama Islam
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: Ulumul Qur’an / Tafsir Ayat Psikologi, Ulumul Hadist / Hadits Psikologi, Aqidah, & Fiqih ( Ibadah / Muamalah ).
Diberikan pada Semester : 1
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat memahami nilai-nilai fundamental Islam yang universal dengan menekankan pendekatan aspek epistemologisnya, sehingga dapat tertanamnya kecintaan mahasiswa pada Islam dan mampu menentukan sikap hidup Islami.
Materi Matakuliah
1. Islam diantara agama-agama: Hakikat Islam, Karakteristik Islam, Pembeda Islam dari agama-agama lain.
2. Sumber-sumber Islam: Islam dan dinamika masyarakat.
3. Pendekatan-pendekatan studi Islam: Islam dalam tinjauan sejarah kebudayaan Islam.
4. Islam dalam tinjauan studi kalam, Islam dalam tinjauan hukum, Islam dalam tinjauan tasawuf, Pembaharuan dalam Islam: Islam dan ilmu pengetahuan: Islam dan ilmu pengetahuan; Pengetahuan dan nilai dalam islam, Pendekatan – pendekatan ilmu dalam Islam, Islamisasi ilmu pengetahuan.
Buku Rujukan
1. Dr. H. M.Atha Mudzhar. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek.
2. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. Metodologi Studi Islam.
3. Drs. Atang Abd. Hakim, M.A dan Dr. Jaih Mubarak. Metodologi Studi Islam.
4. Dr. Abd Hamid Abu Sulaiman. Permasalahan Metodologi dalam Pemikiran Islam.
5. Dr. Muhammad Imarah. Karakteristik Metode Islam.
6. Harun Nasution. Islam ditinjau dari Berbagai Aspek.
7. Amin Abd. Studi Agama.
8. Ali, H.A. Mukti. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam.
9. Prof. Dr. Johaya S. Praja. Filsafat Hukum Islam.
10. ———————-. Filsafat dan Metodologi Ilmu dalam Islam.
11. Fazlurahman. Islam.
12. M. Arkoun. Islam Kemarin dan Hari Esok.
13. Pervez Hoodbhoy. Islam dan Sain.
14. M. Syahrur. Dialektika Kosmos dan Manusia.
15. Dr. Imaduddin Khalil. Pengantar Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Sejarah.
16. Moeflich, ( Ed ). Gagasan dan Perdebatan Islamisasi Ilmu Pengetahuan.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 4
Kode Matakuliah : UIN 1504
Nama Matakuliah : Studi Al-Qur’an / Tafsir Ayat Psikologis
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Pengantar Studi Islam
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Agar mahasiswa mengetahui dan memahami ilmu – ilmu Al-Qur’an yang mencakup berbagai pokok pembahasan yang diperlukan sebagai salah satu ayat untuk memahami makna dan kandungan ayat – ayat Al-Qur’an.
Materi Matakuliah
1. Ulumul Qur’an dan perkembangannya.
2. Sejarah turun dan penulisan Al-Qur’an.
3. Asbab al-Nuzul, Munasabah Al-Qur’an, Al-Makkiy dan Al Madaniy, Al-Muhkan dan Al-Mutasyabih.
4. Qiraat Al-Qur’an.
5. I’jaz Al-Qur’an.
6. Pengertian Tafsir, Ta’wil dan Terjemah, persamaan dan perbedaan, serta hubungan antara ketiga hal tersebut.
7. Macam-macam Tafsir, Corak-Corak Tafsir.
Buku Rujukan:
1. Shubhiy Sahlih. 1977. Mahabits fiy ulum Al-Qur’an. Beirut: Dar al-‘Ilm li al –Malayin.
2. Manna’khalil Qaththan. 1973. Mahabits fiy ulum Al-Qur’an. Riyadl: Mansyurat Al’asral Hadits.
3. Al-Syuthiy. Al-Itqan fiy ulum Al-Qur’an. Mesir: Isa al-babi al-halabi.
4. Al-Zarqaniy. Manabi al- Irfan fiy ulum al-Qur’An. Mesir: Isa al-babi al-halabi.
5. Al-Zahabiy. Al-Tafsir wa al-Mufassirun. Mesir: Mathba’at al-Sa’adah.
*****

BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 5
Kode Matakuliah : UIN 1605
Nama Matakuliah : Ulumul Hadits / Hadits Psikologi
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Pengantar Studi Agama Islam
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mengetahui dan memahami dengan baik arti penting ilmu hadits sebagai suatu pengetahuan untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan hadits nabi sebagai sumber ajaran agama serta mengenal hadits-hadits nabi tentang hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek psikologis manusia.
Materi Matakuliah
1. Pendahuluan yang merupakan pengantar tentang Hadits Nabi sebagai sumber ajaran agama yang meliputi:
a. Pengertian Hadits,Sunnah,Khabar dan Atsar secara bahasa dan istilah.
b. Dalil – dalil kehujjahan Hadits.
c. Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an.
2. Sejarah perkembangan Hadits yang berisi tentang:
a. Hadits pada masa rasullah.
b. Hadits pada masa sahabat dan Tabi’in
c. Hadits pada masa kodifikasi ( pembukuan ) sampai sekarang.
3. Pengenalan tentang Ulumul Hadits sebagai sebuah disiplin ilmu yang membahas tentang:
a. Esensi ilmu ini.
b. Sejarah perkembangannya.
c. Cabang – cabangnya.
4. Pembagian Hadits menurut Muhadditsun ( ahli Hadits ) yang meliputi:
a. Dari segi kuantitas ( jumlah perawinya ).
b. dari segi kualitas ( hal ihwal ) perawinya.
5. Hadits shohih dan syarat syaratnya.
6. Hadits Da’if dan macam – macamnya yang meliputi:
a. Dari segi keterputusan sanad ( perawi hadits ).
b. Dari segi kecacatan perawi / ketercelaannya.
c. Kuhujjahan Hadits Dha’if.
7. Pengenalan tentang Hadits Maudhi’ yang meliputi:
a. Pengertiannya.
b. Latar belakang munculnya.
c. Kriteria kepalsuan suatu Hadits.
8. Tukarussunnah dalam sejarah perkembangan hadits yang meliputi:
a. Pengertiannya.
b. Sejarah, argumentasi dan bantahan ulama.
c. Tukarussunnah di Indonesia
9. Evaluasi pertengahan semester yang bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menerima / menyerap materi yang di ajarkan secara komprehensif.
10. Hadits tentang rasa malu sebahagian dari iman.
11. Hadits tentang cinta sesama muslim / mukmin sebahagian dari iman.
12. Hadits tentang ikhlas beramal.
13. Hadits tentang pentingnya kejujuran.
14. Hadits tentang larangan buruk sangka terhadap orang lain.
15. Hadits tentang kepedulian terhadap lingkungan.
16. Evaluasi akhir semester yang bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menerima / menyerap materi yang diajarkan secara komprehensif.
Buku Rujukan
1. Muhammad Ajjaj Al-Khatib.1981. Ushul al-Hadits, Ulumul wa Masthalabuh. Beirut: Dar-al-fikr.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
2. Musthafa al-siba’I. 1949. Al-Sunnah wa makanatuha fi al-Tasyai’al-Islami. Kairo: Dar al-Qaumiyah.
3. Subhi al-Shalih. Ulum al-hadits wa Musthalakuh. Beirut: Dar al-Ilmi li al-Malayien.
4. T.M.Hasbi al-Shiddiqiey. 1980. Sejarah dan pengantar Ilmu Hadits. Jakarta: Bulan Bintang, Jakarta.
5. Kitab – kitab Hadits ( Shalih Bukhari, Madiun, Sunan Turmudzi, al Dawud, An-nasa’I, Ibn Majjah, dan Musnad Imam Ahmad Ibn Hambal ) dan Kitab – kitab lain yang sejalan dengan topik inti.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 6
Kode Matakuliah : UIN 1206
Nama Matakuliah : Aqidah
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Pengantar Studi Agama Islam.
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 2
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar Mahasiswa memahami persoalan – persoalan akidah serta semua aspek yang terkait dengannya.
Materi Matakuliah:
Beberapa penamaan, beberapa hubungan, beberapa pengertian dasar, aspek – aspek iman, Perkembangan pemikiran Kalam, aliran – aliran Teologi dalam Islam.
Buku Rujukan:
1. Mahmud Syaltut. Islam Aqidah dan Syari’ah. Kairo: Darul Qalam.
2. Sayid Sabiq. Akidah Islam, CV. Bandung: Diponegoro.
3. Muhammad Al-Ghazali. Akidah Muslim. Dar al-Bayan.
4. Fazzlurrahman. Tema Pokok Al-Qur’an.
5. Abu Zahrah. Al-Mazahib al-Islamiyyah.
6. Harun Nasution. Teologi Islam. Jakarta: UI Press.
7. Al-Syahrastani. Al Milal wa al-Nihal.
8. Ali Mustafa al-Gurabi. Tarikh al Firaaq al-Islamiyyah.
9. Al-Asy’ari. Maqalat al-Islamiyyin.
10. Abd al-Jabar. Syarh Ushlu al-Khamsah.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 7
Kode Matakuliah : UIN 1407
Nama Matakuliah :Akhlaq Tasawuf
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Aqidah
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 5
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami dan menghayati tentang akhlak terpuji dan yang tercela sehingga dapat menimbulkan sikap hidup yang lebih baik.
Materi Matakuliah:
1. Pengertian akhlak, moral dan etika.
2. Sumber ajaran akhlak
3. Standar baik dan buruk berdasar ajaran akhlak moral dan etika
4. Perkembangan pemikiran dalam akhlak Islam
5. Pengertian Tasawuf
6. Dasar – dasar tentang tasawuf
7. Sejarah Perkembangan tasawuf
8. Konsep tentang maqamat
9. Konsep tentang ittihad dan hulul
10. Tasawuf di Indonesia
11. Tarekat
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
12. Sudi kritis terhadap aliran – aliran tasawuf
Buku Rujukan:
1. Abdullah, Hawash. 1980. Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh – Tokohnya di Nusantara. Surabaya: Al – Ikhlas.
2. Afifi, Abu Al-Ala. 1969. Fial Tasawuf al Islami Wa Tarikhihi. Iskandariah: Lajnah al Ta’lif wa Al-Tarjamah wa Al-Nasr.
3. Asmaran As. 1994. Pengantar Studi Tasawuf. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada.
4. Atjeh, Abu. 1990. Pengantar Ilmu Tarekat. Solo: Ramadhani.
5. Badawi, Abd-Rahman. Syathahat al-Sufiah.
6. Hamka. Tasawuf Modern.
7. ———. Tasawuf Perkembangan dan Pemurniannya.
8. Nasution, Harun. 1987. Falsafah dan Misticicme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
9. Simuh. 1996. Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada.
****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 8
Kode Matakuliah : UIN 1308
Nama Matakuliah : Fiqih ( Ibadah / Muammalah )
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Pengantar Studi Islam.
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah 1.
Materi Matakuliah:
Buku Rujukan:
*****
Nomor Urut Matakuliah : 9
Kode Matakuliah : UIN 1210
Nama Matakuliah : Bahasa Indonesia
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat :
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 2
Kompetensi Umum Matakuliah
Mahasiswa dapat menjelaskan latar belakang lahirnya bahasa Indonesia, pemakaian ejaan yang disempurnakan (EYD ), sistem fonologi, system morfologi, penggunaan kalimat yang efektif dan penyusunan alinea.
Materi Matakuliah:
1. Sejarah dan kedudukan bahasa Indonesia.
2. Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
3. Bunyi bahasa dan tata bunyi.
4. Morfologi.
5. Penyusunan skripsi dan buku.
6. Tehnik penulisan kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka.
7. Penyusunan alinea.
8. Penyusunan bahasa Indonesia baku.
10. Mengenal cara menyusun karangan.
11. Kerangka karangan.
12. Surat menyurat.
13. Penyajian lisan.
14. Analisis teks.
Buku Rujukan:
1. Keraf, Gorys. Tata Bahasa Indonesia.
2. —————. Komposisi.
3. Hamidi,UU. Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu.
4. Moeliyono, Anton. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
5. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
6. Arifin,E.Zainal, Farid Hadi. Seribu Satu Kesalahan Berbahasa.
7. Purwadarminta,w.j.s. ABC Karang Mengarang.
8. Nugraha, Krisda. Kaidah Bahasa Indonesia.
9. Soeseno, Slamet. Tehnik Penulisan Ilmiah Populer.
10. Arifin,E. Zainal, Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
11. Rahmat, Jalaludin. Retorika Modern ( Pendekatan Praktis ).
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 10
Kode Matakuliah : UIN 1811
Nama Matakuliah : Bahasa Arab
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat :
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 8
Kompetensi Umum Matakuliah
Matakuliah ini diberikan dalam 3 semester, masing-masing semester mewakili level 1, 2, dan 3. Kompetensi untuk level 1 dan 2 adalah mahasiswa mengetahui perbendaharaan kata dan dasar-dasar tata bahasa Arab untuk percakapan sehari-hari. Kompetensi untuk level 3 adalah mahasiswa mampu melakukan percakapan sehari-hari dalam Bahasa Arab dan membaca literatur yang berbahasa Arab sesuai dengan disipin ilmu yang ditekuni.
Materi Matakuliah
1. Materi level 1 antara lain: salam, perkenalan, keluarga, kampus, perpustakaan, waktu, aktifitas, pasar, mesjid, anggota tubuh, warna, dan buah.
2. Materi level 2 antara lain: tahun baru, puasa, hari raya, transportasi, telekomunikasi, rumah sakit, apotek, bilangan, bank, terminal, dan rumah sakit.
3. Materi level 3 antara lain: membahas materi yang sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuni mahasiswa.
Buku Rujukan:
1. Buku-buku Bahasa Arab yang diterbitkan Pusat Pengembangan dan Pelayanan Bahasa UIN Suska Riau.
2. Buku-buku lain yang relevan dengan topik perkuliahan.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 11
Kode Matakuliah : UIN 1812
Nama Matakuliah : Bahasa Inggris
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat :
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 8
Kompetensi Umum Matakuliah
Matakuliah ini diberikan dalam 3 semester, masing-masing semester mewakili level 1, 2, dan 3. Kompetensi untuk level 1 dan 2 adalah mahasiswa mengetahui perbendaharaan kata dan dasar-dasar tata bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari. Kompetensi untuk level 3 adalah mahasiswa mampu melakukan percakapan sehari-hari dengan menggunakan Bahasa Inggris dan membaca literatur yang berbahasa Inggris sesuai dengan disipin ilmu yang ditekuni.
Materi Matakuliah
1. Materi level 1 antara lain: salam, perkenalan, keluarga, kampus, perpustakaan, waktu, aktifitas, pasar, mesjid, anggota tubuh, warna, dan buah.
2. Materi level 2 antara lain: tahun baru, puasa, hari raya, transportasi, telekomunikasi, rumah sakit, apotek, bilangan, bank, terminal, dan rumah sakit.
3. Materi level 3 antara lain: membahas materi yang sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuni mahasiswa.
Buku Rujukan:
1. Buku-buku Bahasa Inggris yang diterbitkan Pusat Pengembangan dan Pelayanan Bahasa UIN Suska Riau.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
2. Buku-buku lain yang relevan dengan topik perkuliahan.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 12
Kode Matakuliah : UIN 1513
Nama Matakuliah : Sejarah Peradaban Islam
Bobot Matakulia : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Pengantar Studi Agama Islam
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 8
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam sejak zaman Nabi sampai zaman modern serta dapat pula memahami perkembangan Islam di Indonesia sejak zaman permulaan sampai sekarang.
Materi Matakuliah:
1. Pengertian dan ruang lingkup sejarah Peradaban Islam.
2. Islam pada masa nabi dan Khulafa Ur-Rasyidin.
3. Bani Umayah: Fatuhat ke barat dan ke Timur, Adikuasa, Kemunduran dan Kehancuran.
4. Bani Abbas: Pembentukan, kemajuan dan Peradaban.
5. Islam di spanyol.
6. Dinasti Buwaihi.
7. Dinasti Saljuk.
8. Dinasti Fatimiyah.
9. Kerajaan Turki, Sufawi, dan Mughal
10. Islam di Indonesia: Masuknya Islam ke Indonesia, Islam pada masa penjajahan dan kemerdekaan dan organisasi – organisasi Islam di Indonesia.
Buku Rujukan:
A. Wajib
1. Philip Kk.Hitti. 1971. History of The Arab. New York: Macmillan Company.
2. Badri Yatim. 2000. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
3. Ahmad Amin. 1993. Islam dari Masa ke Masa. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
4. Ahmad Syalabi. 1983. Sejarah Kebudayaan Islam, Jilid I dan II. Jakarta: Pustaka Al Husna.
5. Deliar Noer. 1982. Gerakan Modern Islam di Indonesia. Jakarta: LP3S.
B. Anjuran
1. Ali Mufradi. 1997. Islam di Kawasan Arab. Jakarta: Logos .
2. Sayyed Husein Nasr. 1986. Sains dan Peradaban dalam Islam. Bandung: Pustaka.
3. Hasan Ibrahim Hasan, 1994. Islamic History and Culture. Yogyakarta.
4. Kaarel Stenbrink. 1984. Beberapa Aspek Tentang Islam di Indonesia pada Abad 19. Jakarta: Bulan Bintang.
5. Isra M.Lapidus. 2000. Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
6. G.E.Von Grunrbaum. 1970. Classical Islam, A History 600 AD- 1258 AD. Chicago: Aldin Publishing Company.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 13
Kode Matakuliah : UIN 1614
Nama Matakuliah : Sejarah Islam Asia Tenggara
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Pengantar Studi Agama Islam
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 6
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa memahami tentang perkembangan Islam di Asia Tenggara, yang mencakup berbagai aspek histories dalam pembentukan tradisi Islam: sosial, budaya, hukum, politik – pemerintahan, dan perkembangan intelektual Islam di Asia Tengggara.
Materi Matakuliah:
1. Islam Asia Tenggara sebagai suatu kajian, ciri dan karakteristiknya.
2. Kedatangan Islam dan penetrasinya di Asia Tenggara.
3. Peran Malaka dalam Penyebaran Islam di Asia tenggara abad ke-15.
4. Kesultanan Aceh.
5. Perkembangan tasawuf dan tarekat di Nusantara
6. Islam di Jawa.
7. Islam di Kerajaan Riau Lingga
8. Modernisasi Islam.
9. Islam dan Nasionalisme.
10. Perkembangan Pemikiran Islam Pasca Kemerdekaan
11. Islam di Malaysia.
12. Islam di Thailand.
13. Islam di Filiphina.
14. Islam di Singapura.
Buku Rujukan:
1. Azyumardi Azra. 1999. Renaisance Islam Asia Tenggara. Bandung: Remaja Rosdakarya, Bandung,1999.
2. Omar Farouk. 1993. Muslim Asia Tenggara dari sejarah Menuju kebangkitan Islam,dalam Saiful Muzani (editor). Pembangunan dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
3. A. Samad Ahmad (editor). 1979. Sulatus Salatin, Sejarah Melayu, Dewan Pustaka dan Bahasa Malaysia, Kementrian Pelajaran Malaysia.
4. Karel A. Steenbrink, Syair Abdullah Raja Ali Haji dari Penyengat, dalam Ulumul Quran, No.2, Vol.4, 1993.
5. UU. Hamidi. 1999. Islam dan Masyarakat Melayu Riau. Pekanbaru: UIR Press.
6. Zalila Syarif. Konsep & Ciri Kuasa Melayu dalam Tuhfat al-Nafis.
7. Deliar Noor. 1980. Gerakan Modern Islam di Indonesia, 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
8. Hamka. 1984. Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: Panji Mas.
9. Zainah Anwar. 1990. Kebangkitan Islam di Malaysia. Jakarta: LP3ES.
10. Surin Pitsuwan. 1989. Islam di Muangthai: Nasionalisme Melayu Masyarakat Patani. Jakarta: LP3ES.
11. Cesar A. Majul. 1989. Dinamika Islam Philippina. Jakarta: LP3ES.
12. Sharon Siddique. 1988. Posisi Islam di Singapura. Dalam Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara (Editor: Taufiq Abdullah dkk.). Jakarta: LP3ES.
13. Hussin Mutalib. 1993. Penelitian tentang Komunitas Muslim di Singapura. Dalam Pembangunan dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara (Editor: Saiful Muzaini). Jakarta: LP3ES.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 14
Kode Matakuliah : UIN 1714
Nama Matakuliah : Islam & Tamaddun Melayu
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
Matakuliah Prasyarat : Pengantar Studi Agama Islam
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 7
Kompetensi Umum Matakuliah
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Agar mahasiswa mampu memahami nilai – nilai budaya Melayu yang berkembang dalam masyarakat Melayu.
2. Mampu menumbuhkan kesadaran mahsiswa sebagai orang melayu yang berbudaya luhur dan mulia.
Materi Matakuliah:
1. Konsep Melayu
2. Teori tentang perubahan kebudayaan.
3. Masuknya Islam ke wilayah Nusantara.
4. Local Genius.
5. Kerajaan – kerajaan Melayu di Riau.
6. Sistem Kepercayaan orang Melayu.
7. Sistem ekonomi Melayu.
8. Sistem politik Melayu.
9. Adat Istiadat melayu Riau.
10. Perkembangan sastra Melayu.
11. Islamisasi Sistem sosial budaya Melayu.
12. Sistem estetika Melayu Riau.
13. Sistem Nilai Melayu.
14. Proses Islamisasi sistem sosial budaya dan sistem nilai dalam masyarakat Melayu Riau.
Buku Rujukan:
1. Aloliliweri. Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya.
2. UU. Hamidi. Orang Melayu di Riau.
3. ————–. Masyarakat adat Kuansing.
4. David Kavlan, dkk. Teori Budaya.
5. Kuntowijoyo. Budaya dan Masyarakat.
6. Ayat Roheidi. Kepribadian Budaya.
7. Muhaimin. Islam dalam Bingkai Budaya Lokal.
8. Azyumardi Azra. Jaringan lama Budaya.
9. Taufik Abdullah. Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara.
10. Abdul Kadir MZ. Sejarah masuknya Islam di Riau.
11. Mukhtar Luthfi. Sejarah Riau.
12. Team. Dari Kesultanan Johor-Riau hingga Riau-Lingga.
13. Abdul Latif. Sejarah di Selat Malaka.
14. Tenas Effendi. Pemimpin dalam Ungkapan melayu.
15. Budi Santoso. Masyarakat Melayu Riau dan Kebudayaannya.
16. UU. Hamidi. Estetika Melayu di Tengah Estetika Islam.
17. Mu’jizah. Penelusuran Penyalinan Naskah-Naskah Riau.
18. Hamzah Yunus. Naskah-Naskah Kuno Riau.
19. Amir Luthfi. Hukum dan Perubahan Struktur Kekuasaan.
20. Team. Adat Istiadat Melayu Riau di Siak.
21. UU. Hamidi. Islam dan Masyarakat Melayu di Riau.
22. Mohd. Taib Osman. Masyarakat Melayu.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 15
Kode Matakuliah : PSI 2101
Nama Matakuliah : Filsafat Umum
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: 1. Filsafat Ilmu & Logika
2. Filsafat Manusia

BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
1. Agar mahasiswa mampu memahami nilai – nilai budaya Melayu yang berkembang dalam masyarakat Melayu.
2. Mampu menumbuhkan kesadaran mahsiswa sebagai orang melayu yang berbudaya luhur dan mulia.
Materi Matakuliah:
1. Konsep Melayu
2. Teori tentang perubahan kebudayaan.
3. Masuknya Islam ke wilayah Nusantara.
4. Local Genius.
5. Kerajaan – kerajaan Melayu di Riau.
6. Sistem Kepercayaan orang Melayu.
7. Sistem ekonomi Melayu.
8. Sistem politik Melayu.
9. Adat Istiadat melayu Riau.
10. Perkembangan sastra Melayu.
11. Islamisasi Sistem sosial budaya Melayu.
12. Sistem estetika Melayu Riau.
13. Sistem Nilai Melayu.
14. Proses Islamisasi sistem sosial budaya dan sistem nilai dalam masyarakat Melayu Riau.
Buku Rujukan:
1. Aloliliweri. Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya.
2. UU. Hamidi. Orang Melayu di Riau.
3. ————–. Masyarakat adat Kuansing.
4. David Kavlan, dkk. Teori Budaya.
5. Kuntowijoyo. Budaya dan Masyarakat.
6. Ayat Roheidi. Kepribadian Budaya.
7. Muhaimin. Islam dalam Bingkai Budaya Lokal.
8. Azyumardi Azra. Jaringan lama Budaya.
9. Taufik Abdullah. Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara.
10. Abdul Kadir MZ. Sejarah masuknya Islam di Riau.
11. Mukhtar Luthfi. Sejarah Riau.
12. Team. Dari Kesultanan Johor-Riau hingga Riau-Lingga.
13. Abdul Latif. Sejarah di Selat Malaka.
14. Tenas Effendi. Pemimpin dalam Ungkapan melayu.
15. Budi Santoso. Masyarakat Melayu Riau dan Kebudayaannya.
16. UU. Hamidi. Estetika Melayu di Tengah Estetika Islam.
17. Mu’jizah. Penelusuran Penyalinan Naskah-Naskah Riau.
18. Hamzah Yunus. Naskah-Naskah Kuno Riau.
19. Amir Luthfi. Hukum dan Perubahan Struktur Kekuasaan.
20. Team. Adat Istiadat Melayu Riau di Siak.
21. UU. Hamidi. Islam dan Masyarakat Melayu di Riau.
22. Mohd. Taib Osman. Masyarakat Melayu.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 15
Kode Matakuliah : PSI 2101
Nama Matakuliah : Filsafat Umum
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: 1. Filsafat Ilmu & Logika
2. Filsafat Manusia
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Diberikan pada Semester : 1
Kompetensi Umum Matakuliah:
Memperkenalkan mahasiswa kepada filsafat dari pemikiran filsafati, sejarah filsafat; dan perkembangan filsafat, terutama tema-tema filsafat yang berkaitan dengan psikologi manusia menurut pandangan Barat dan Islam
Materi Matakuliah
1. Kelahiran dan perkembangan filsafat Yunani dengan puncak pada Sokrates, Plato, Aristoteles
2. Filsafat Abad Pertengahan (Agustinus, terbentuknya Universitas pada abad 21, Aquinas)
3. Filsafat Zaman renaisance (Machiavelli, Bodin, Bobber, Locke, Rousseau, Descartes)
4. Filsafat Abad modern (Voltaire, Kant, Nietzche, Husseri, Heldegger, Sartre)
5. Filsafat Islam (Al-Kindi, Ibnu Bajjah, Al-Farabi, Al-Ghazali)
Buku Rujukan
1. Hasan, F. 1996. Pengantar Filsafat Barat. Jakarta: Pustaka Jaya
2. Bertens, K.1991. Sejarah Filsafat Yunani. Yokyakarta: Kanisius
3. Hamersma, H. 1981. Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat. Yokyakarta: Kanisius
4. Hanafi, Ahmad. 1991. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta : Bulan Bintang
*****
Nomor Urut Matakuliah : 16
Kode Matakuliah : PSI 2102
Nama Matakuliah : Sosiologi
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 1
Kompetensi Umum Matakuliah:
Agar mahasiswa mengenal, mengerti, dan dapat menerapkan konsep-konsep sosiologi dalam hubungan dengan psikologi.
Materi Matakuliah :
1. Batasan dan ruang lingkup sosiologi
2. Hubungan sosiologi dengan ilmu-ilmu sosial lainnya
3. Proses-proses sosial (proses sosial asosiatif dan disosiatif)
4. Kelompok-kelompok sosial
5. Integrasi kelompok
6. Konsep masyarakat dan lembaga kemasyarakatan
7. Kedudukan dan peranan kelas sosial dan pelapisan masyarakat
8. Perubahan-perubahan sosial
9. Disintegrasi dan reintegrasi sebagai dampak perubahan sosial
10. Kenakalan remaja, kecanduan obat dan minuman keras serta kriminalitas, prostitusi dan bunuh diri
11. Kekuasaan dan wewenang
Buku Rujukan
1. Soekanto, S. Pengantar Sosiologi. (Edisi terbaru). Jakarta: Rajawali Press
2. Soemardjan, S. & Soemardi, S.(1964). Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: YBP FE UI
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 17
Kode Matakuliah : PSI 2103
Nama Matakuliah : Antropologi
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: -
Diberikan pada Semester : 1
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mengerti dan menghayati konsep-konsep antropologi dan hubungannya dengan psikologi
Materi Matakuliah
1. Batasan dan ruang lingkup antropologi
2. Hubungan antropologi dengan ilmu-ilmu sosial lainnya
3. Fase-fase perkembangan antropologi
4. Ilmu-ilmu bagian antropologi
5. Evolusi primat dan manusia
6. Pengertian dan Unsur-unsur kebudayaan
7. Kerangka teori tindakan dan kebudayaan
8. Persebaran kebudayaan
9. Konsep suku bangsa dan etnosenterisme
10. Konsep-konsep daerah kebudayaan
11. Sistem kekerabatan, perkawinan dan prinsip-prinsip keturunan
12. Kesatuan hidup setempat
13. Sistem religi dan ilmu gaib
14. Proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi budaya
Buku Rujukan
1. Vaniland, W.A. 1985. Antropology (4th ed., vols. 1-2, edisi terjemahan oleh R.G.Soekadijo). Jakarta
2. Koentjaraningrat. 1991. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
3. Koentjaraningrat. 1974. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat
*****
Nomor Urut Matakuliah : 18
Kode Matakuliah : PSI 2104
Nama Matakuliah : Antropobiologi
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah
: Psikologi Perkembangan I
Diberikan pada Semester : 1
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Menjelaskan konsep evolusi dan adaptasi kehidupan
2. Menguraikan ciri-ciri organisme hidup dan koordinasi aktivitasnya
3. Menunjukkan hubungan antara potensi hereditas individu dan karakteristik behavioral individu sesuai dengan tingkah laku yang ditimbulkannya
4. Menjelaskan penyimpangan-penyimpangan kromosom yang menyebabkan kelainan dalam diri individu.
Materi Matakuliah
1. Evolusi makhluk hidup (perkembangan teori evolusi, perubahan sifat akibat evolusi, runtuhnya teori evolusi)
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
2. Evolusi manusia (sejarah perkembangan manusia)
3. Hubungan evolusi, genetika dan lingkungan
4. Dasar unit kehidupan
5. Prinsip dasar pewarisan sifat (hereditas)
Buku Rujukan
1. Robert, B.E. 1979. The Study of Human Evolution. New York: McGraw Hill
2. Bernstein,R & Bermstein,S. 1986. Biology: The Study of Life. New York: Harcout Brace Javanovich, Inc.
3. Gates, RR. (1957). Human Genetics (4th ed.). New York: The MacMillan Company
4. Andrews,O & Stringer,C. 1989. Human Evolution. England : W.S. Cowell Ltd.
5. John,L. & Fletcher,W.W. 1979. Environment and Man. London: Blachie & Son Ltd.
6. Keeton, W.T. 1980. Biological Science (3rd ed.). New York: W.W. Norton Company
7. Yahya, Harun. 2000. The Evolution Deceit (3rd ed.). London : Ta-Ha Publisher Ltd.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 19
Kode Matakuliah : PSI 2305
Nama Matakuliah : Metodologi Penelitian I
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : Statistik I
Prasyarat untuk Matakuliah: Metodologi Penelitian II
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Memahami konsep-konsep dasar metode ilmu pengetahuan
2. Memahami karakteristik psikologi sebagai ilmu
3. Memahami langkah-langkah dasar dan proses-proses penelitian ilmiah
Materi Matakuliah:
1. Arti, fungsi, dan tujuan ilmu pengetahuan
2. Perkembangan ilmu pengetahuan
3. Psikologi sebagai ilmu dan kesulitan-kesulitannya
4. Macam-macam variabel
5. Jenis dan sumber data penelitian
6. Jenis metode penelitian
7. Kontrol terhadap variabel bebas dan terikat
8. Langkah-langkah penelitian
Buku Rujukan
1. Kerlinger, F.N. 1986. Foundation of Behavioral Research. New York, London: Holt Rinehart & Wiston Inc.
2. Craig, J.R. & Metze L.P. 1986. Methods of Psychological Research. Books/Cole Publisher Comp.
3. Mc Guigan, F.J. 1986. Experimental Psychology A Methodological Approach.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 20
Kode Matakuliah : PSI 2406
Nama Matakuliah : Metodologi Penelitian II
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : Metodologi Penelitian I
Prasyarat untuk Matakuliah: Psikologi Eksperimen
Diberikan pada Semester : 4
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Memahami prinsip pengukuran gejala-gejala psikologi
2. Memahami teknik pengumpulan data dari teknik analisa data
3. Memahami jenis rancangan eksperimental dan non eksperimental yang utama
4. Memahami langkah-langkah penyusunan usulan penelitian psikologis
Materi Matakuliah
1. Unsur-unsur penelitian
2. Teknik-teknik pengumpulan data
3. Macam-macam data
4. Persyaratan pengukuran dan alat ukur yang baik
5. Berbagai teknik dan cara analisis data
6. Etika penelitian
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
7. Rancangan penelitian
8. Langkah-langkah penelitian
9. Beberapa contoh penelitian di bidang psikologi
Buku Rujukan
1. Kerlinger, F.N. 1986. Foundation of Behavioral Research. New York, London : Holt Rinehart & Wiston Inc.
2. Craig, J.R. & Metze L.P. 1986. Methods of Psychological Research. Books/Cole Publisher Comp.
3. Mc Guigan, F.J. 1986. Experimental Psychology A Methodological Approach.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 21
Kode Matakuliah : PSI 2107
Nama Matakuliah : Psikologi Umum I
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: 1. Psikologi Umum II
2. Psikologi Industri & Organisasi I
Diberikan pada Semester : 1
Materi matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Mengenal dan memahami sejarah perkembangan berbagai pemikiran, konsep, dan teori dalam sejarah psikologi beserta tokoh-tokohnya.
2. Menganalisis dan mengevaluasi konsep-konsep, pemikiran-pemikiran dan teori-teori psikologi dengan menggunakan metode komparasi.
3. Mamahami penerapan konsep, pemikiran dan teori psikologi dalam gejala sehari-hari.
4. Menjelaskan konsep-konsep dasar, teori dan pengukuran dalam proses sensori, persepsi, belajar dan ingatan
Materi Matakuliah
1. Defenisi manusia dan psikologi
2. Skema umum sejarah psikologi
3. Psikologi sebagai bagian filsafat
4. Psikologi sebagai ilmu empirik
5. Psikologi sebagai ilmu mandiri
6. Aliran-aliran yang ada dalam psikologi
7. Sejarah Psikologi Islami
8. Psikologi dalam pandangan Islam
9. Psikologi di Indonesia
10. Ciri-ciri psikologi sebagai ilmu
11. Metode-metode ilmiah dalam psikologi
12. Sensori dan persepsi
13. Prinsip-prinsip belajar klasikal, operan dan kognitif
14. Struktur, proses dan pengukuran ingatan
Buku Rujukan
1. Morgan, C.T, King, R.A, Weiz, J.R, Schozier, J. 1986. Intoduction to Psychology (7th ed.) Auckland : Mc Graw Hill Co.
2. Feldman, R.S. 1999. Understanding Psychology (5th ed.) USA : McGraw Hill College
3. Sarwono, S.W. 1992. Berkenalan dengan Tokoh-tokoh dan Aliran-aliran Psikologi. Jakarta : Bulan Bintang
4. Atkinson, Rita L. dkk. Pengantar Psikologi Jilid I. Jakarta : Erlangga
5. Nashori, Fuad. 2002. Agenda Psikologi Islami. Yokyakarta : Pustaka Pelajar
*****

BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 22
Kode Matakuliah : PSI 2208
Nama Matakuliah : Psikologi Umum II
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Umum I
Prasyarat untuk Matakuliah: 1. Psikologi Sosial I
2. Psikodiagnostik I
3. Psikologi Kognitif
Diberikan pada Semester : 2
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu menjelaskan konsep-konsep dasar, teori dan pengukuran mengenai proses berpikir, motivasi, emosi dan stress, proses-proses sosial dan hubungan antar manusia, sikap, asesmen dan tes psikologi, kepribadian, psikologi abnormal dan terapi untuk mengatasi gangguan tersebut.
Materi Matakuliah
1. Berpikir dan bahasa
2. Motivasi
3. Emosi dan stres
4. Persepsi sosial
5. Sikap
6. Asesmen dan tes psikologi
7. Kepribadian
8. Psikologi abnormal
9. Terapi terhadap gangguan psikologis
Buku Rujukan
1. Morgan, C.T, King, R.A, Weiz, J.R, Schozier, J. 1986. Intoduction to Psychology (7th ed.) Auckland: Mc Graw Hill Co.
2. Feldman, R.S. 1999. Understanding Psychology (5th ed.) USA: McGraw Hill College
3. Atkinson, Rita L., dkk. Pengantar Psikologi Jilid I & II. Jakarta: Erlangga
4. Mudjib, Abdul & Muzakir, Yusuf. 2001. Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: Rajawali Pers
5. Daviddof, L.L. 1991. Psikologi Suatu Pengantar Jilid II. Jakarta: Penerbit Erlangga.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 23
Kode Matakuliah : PSI 2109
Nama Matakuliah : Statistik I
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah: Statistik II
Diberikan pada Semester : 1
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Memahami jenis-jenis statistik, jenis-jenis data, peubah dan skala pengukuran
2. Menentukan teknik perhitungan statistik yang paling sesuai dengan jenis data, peubah dan skala pengukuran yang digunakan
3. Menafsirkan hasil perhitungan dan memberikan gambaran tentang kelompok-kelompok yang diamatinya berdasarkan nilai rata-rata kelompok, variabilitas individu dalam kelompok, atau berdasarkan derajat hubungan antara dua set pengukuran
4. Menggunakan prinsip-prinsip penjumlahan, perkalian, permutasi, kombinasi dan distribusi binomial dalam probabilita dan aplikasinya dalam memecahkan masalah
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
5. Meramalkan keadaan suatu populasi berdasarkan keadaan kelompok yang diamatinya sebagai representasi populasi
6. Menguji hipotesa yang ditegakkan dalam menjawab permasalahan
7. Estimasi dan penarikan kesimpulan; kebermaknaan dan perbedaan
Materi Matakuliah
1. Ruang lingkup statistik
2. Pengertian dan jenis-jenis statistik, data statistik, peubah dan skala pengukuran
3. Macam-macam distribusi dan grafik
4. Macam-macam ukuran pemusatan dan penafsirannya
5. Macam-macam korelasi dan penafsirannya
6. Probabilitas, distribusi binomial dan distribusi normal
7. Pengertian sampel dan populasi
8. Pengujian hipotesis
Buku Rujukan
Guilford, J.P. & Fruchter, B. 1978 Fundamental Statistics in Psychology and Education. Auckland: McGraw Hill Book Co.
Hadi, Sutrisno. 2004. Statistik Jilid 1& 2. Yogyakarta: Penerbit Andi.
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 24
Kode Matakuliah : PSI 2210
Nama Matakuliah : Statistik II
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : Statistik I
Prasyarat untuk Matakuliah : Psikometri, Psikologi Eksperimen
Diberikan pada Semester : 2
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu memahami teknik, prinsip, asumsi-asumsi yang mendasari dan pemakaian analisis varians, korelasi-korelasi khusus, prediksi dan korelasi ganda
Materi Matakuliah
1. Analisis variansi satu arah dan dua arah
2. Analisis kovariansi
3. Rank difference correlation
4. Correlation ratio
5. Korelasi biserial dan point biserial
6. Korelasi tetrachoric
7. Koefisien phi
8. Korelasi parsial
9. Prediksi
10. Persamaan regresi
11. Akurasi dan Prediksi
12. Prediksi Ganda
Buku Rujukan
1. Guilford, J.P. & Fruchter, B. 1978. Fundamental Statistics in Psychology and Education. Auckland: McGraw Hill Book Co.
2. Hadi, Sutrisno. 2004. Statistik Jilid 3, dan 4. Yogyakarta: Penerbit Andi.
*****
Nomor Urut Matakuliah : 25
Kode Matakuliah : PSI 2211
Nama Matakuliah : Filsafat Ilmu dan Logika
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : Filsafat Umum
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 2
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mampu :
1. Menyebutkan defenisi etika, kaidah-kaidah dalam etika, teori etika, penerapan etika dalam kasus-kasus dan logika etika.
2. Mengenal dan mengetahui cara manusia mencapai pengetahuan tentang kenyataan semesta.
3. Mengenal dan memahami fungsi persepsi dan fungsi berpikir dalam logika.
4. Menerapkan kaidah-kaidah logika untuk menganalisa pernyataan dan putusan.
5. Mengevaluasi pernyataan dan putusan yang sesuai dan tidak sesuai dengan hukum logika
Materi Matakuliah
1. Pengertian Etika dan logika
2. Etika umum, kebebasan dan tanggung jawab
3. Nilai dan norma
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
4. Hak dan kewajiban
5. Teori-teori etika
6. Filsafat, pengetahuan dan logika
7. Ide
8. Universal
9. Istilah dan defenisi
10. Putusan dan Proposisi
11. Deduksi
12. Penalaran (reasoning)
13. Silogisme
14. Induksi
15. Sesat pikir dalam logika tradisional
Buku Rujukan
1. Bertens, K. Etika. Yogyakarta: Penerbit Kanisius
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 26
Kode Matakuliah : PSI 2312
Nama Matakuliah : Filsafat Manusia
Bobot Matakuliah : 2 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : Filsafat Ilmu dan Logika
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
Memperkenalkan mahasiswa pada berbagai pemikiran tentang manusia, sehingga mendapatkan suatu pengetahuan yang luas, dalam dan kritis mengenai esensi manusia yang akan bermanfaat secara praktis dan teoritis serta dapat mencari dan menemukan jawaban siapakah sebenarnya manusia.
Materi Matakuliah
1. Pengertian dan ruang lingkup filsafat manusia
2. Hakikat manusia menurut pemikiran dan titik pandang beberapa filsuf dan aliran filsafat barat modern, Descartes, Schopenhauer, Nietzche, Husserls, Comte, Kiekegard dan Satre
3. Hakikat manusia menurut pemikiran dan titik pandang Islam
4. Konsep filsafat manusia, filsafat Humanistik, Idealisme, Materialisme, Vatalisme, dan filsafat kontemporer
Buku Rujukan
1. Abidin, Zainal. 2000. Filsafat Manusia, Memahami Manusia Melalui Filsafat. Bandung: Remaja Rosda Karya
2. Drijakara, S. J. N. 1969. Filsafat Manusia. Yokyakarta: Penerbit Kanisius
3. Hasan, Fuad. 1979. Berkenalan dengan Eksistensialisme. Jakarta: Pustaka Jaya
*****
Nomor Urut Matakuliah : 27
Kode Matakuliah : PSI 2313
Nama Matakuliah : Ilmu Alamiah Dasar
Bobot Matakuliah : 1 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
Matakuliah Prasyarat : -
Prasyarat untuk Matakuliah : -
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
1. Mahasiswa mengetahui dan memahami proses terbentuknya alam semesta.
2. Manusia mengerti fenomena berbagai kejadian pada system tata surya.
3. Mahasiswa memahami makna firman-frman Allah SWT yang berkaitan dengan berbagai kejadian di alam semesta.
Materi Matakuliah
1. Proses terbentuknya alam semesta dan penjelasan atas firman Allah.
2. Terbentuknya planet dan ciri khas masing-masing planet, dan penjelasan atas firman Allah.
3. Benda-benda lanngit dan penjelasan atas firman Allah.
4. Buni, keajaiban di bumi dengan berbagai manfaat dari setiap kejadian perubahan di muka bumi, dan penjelasan atas firman Allah.
5. Manusia, keajaiban penciptaan manusia, dan penjelasan atas firman Allah.
6. Hewan, keajaiban penciptaan hewan, dan penejlasan atas firman Allah.
7. Tumbuhan, keajaiban tumbuhan, dan penjelasan atas firman Allah.
8. Analisis dampak sikologis pembangunan lingkungan.
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Buku Rujukan
Menyesuikan materi perkuliahan
*****
BAB I II. KURIKULUM DAN SILABUS
Nomor Urut Matakuliah : 28
Kode Matakuliah : PSI 3301
Nama Matakuliah : Psikologi Sosial I
Bobot Matakuliah : 3 SKS
Jenis Matakuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya
Matakuliah Prasyarat : Psikologi Umum II
Prasyarat untuk Matakuliah : Psikologi Sosial II
Diberikan pada Semester : 3
Kompetensi Umum Matakuliah
Agar mahasiswa mendapat gambaran umum tentang objek studi, konsep-konsep dasar, prinsip-prinsip umum, dan metode-metode psikologi sosial serta memiliki bekal pengetahuan dasar untuk mempelajari psikologi sosial lebih lanjut.
Materi Matakuliah
1. Ruang lingkup dan definisi Psikologi Sosial.
2. Metodologi Psikologi Sosial dan kaitannya dengan ilmu-ilmu lain.
3. Dasar-dasar perilaku Sosial.
4. Konsep self.
5. Persepsi sosial.
6. Hubungan interpersonal
7. Kognisi sosial.
8. Sikap dan prasangka
9. Atribusi.
10. Masyarakat dan kebudayaan.
11. Kelas sosial dan peran status.
12. Seks, peran jenis kelamin, dan tingkah laku seksual.
13. Konformitas, tingkah laku prososial, altruisme, dan tingkah laku menolong.
14. Agresi dan tingkah laku anti sosial.

Buku Rujukan
1. Hollander, E.P. 1981. Principles and Methods of Social Psychology. New York; Oxford University Press.
2. Deaux, K. & Wrightsman L.S. 1988. Social Psychology. California: Brooks / Cole Publ. Co.
3. Sarwono, S.W. 1997. Psikologi Sosial Jilid II . Jakarta: Penerbit Rajawali.

Posted by: vendrafirdian | February 18, 2009

Antara Sebab & Akibat

Oleh : Ubaydillah, AN
Jakarta, 08 Juli 2003

Bagian dari pasal Hukum Alam ini berbunyi kurnag lebih sebagai berikut: “Semua peristiwa diciptakan oleh penyebab (the cause) atau kalau dibalik: “peristiwa hanyalah hasil/ akibat (effect)”. Sampai pada pengertian ini tidak ada yang merasa sulit memahaminya. Tetapi ketika dikaitkan dengan diri kita dan realita hidup yang kita terima, barulah menjadi persoalan tersendiri. Konon Mark Victor Hansen, pengarang buku berseri Chicken Soap for the Soul harus memutar pertanyaan antara “Are you the cause or the effect?” sebanyak 287 (dua ratus delapan puluh tujuh) kali untuk memastikan pilihan setelah mengalami kebangkrutan bisnis secara total yang memaksanya hidup menggelandang. Ia akhirnya memilih bahwa semua peristiwa hidup (realita) adalah “effect” dan dirinyalah “the cause” itu. Karena Mark yakin bahwa masih banyak individu yang berpikir sebaliknya, maka ia menuangkan pikiran-pikirannya dalam buku tersebut diatas. Karya Mark telah menjadi best seller dan mengantarkannya menerima piala Horatio Alger Award.

Tak syak lagi, kalau kita amati sebenarnya problem hidup Mark adalah representasi dari problem besar umat manusia terlepas apakah hal itu disadari atau tidak sama sekali. Problem tersebut terletak pada penyikapan pilihan. Ada yang memilih bahwa realita yang dihadapi adalah penyebab mengapa dirinya menjadi seperti sekarang ini. Tak terhitung jumlah kejahatan dalam berita TV dari mulai level kecil sampai besar yang diakui oleh pelakunya karena “dipaksa” oleh keadaan. Ungkapan dipaksa dalam berbagai variasinya merupakan indikator bahwa individu tersebut sebenarnya menjadi korban (effect).

Pilihan

Memang tidak akan ada lembaga pengadilan manapun yang memveto hukuman atas pilihan kita antara sebagai the cause atau the effect. Tetapi pilihan kita menciptakan konsekuensi yang sangat membedakan. Kalau kita memilih sebagai the effect, maka penyikapan hidup yang paling dekat adalah adanya resistensi untuk mengubah diri dan berarti telah melawan pasal hukum alam lain lagi bahwa semua kemampuan aktif manusia diperoleh dengan cara menjalani proses pembelajaran (baca: mengubah diri dari ketidakmampuan masa lalu menjadi kemampuan baru). Lebih sering lagi, kesadaran sebagai the effect mudah menyulut kita untuk menyalahkan orang lain dan keadaan ketika effect yang kita terima tidak sesuai dengan keinginan atau yang diharapkan.

Sementara dengan memilih sebagai the cause, optimalisasi dan kontrol berada di tangan kita. Di level pengetahuan, rasanya tidak sulit menebak kalau dikatakan semua orang ingin menjadi the cause bagi dirinya. Tetapi yang dibutuhkan bukan sekedar mengetahui melainkan apa yang disebut oleh Mark dengan “Awakening Call”, sebuah kesadaran baru adanya panggilan untuk mengubah diri dari the effect ke the cause. Kesadaran baru demikian bukanlah anugerah melainkan murni proses pencapaian yang dibarengi dengan menyingkirkan benda-benda yang tidak kita butuhkan tetapi kita abadikan di dalam sehingga benda tersebut benar-benar menjadi penghalang transformasi.

Membiarkan

Salah satu penghalang transformasi kesadaran adalah tembok yang sering diistilah dengan sebutan “Self-excusing”. Dari pendapat para pakar ditemukan perbedaan mendasar antara self excusing dengan self-forgiving meskipun sama-sama punya arti literal “memaafkan”. Self excusing adalah membiarkan diri anda tak terurusi (letting yourself down), sementara self-forgiving adalah memaafkan dalam arti mengakui kesalahan dan bergerak (moving & acknowledging) untuk membenarkannya (Frank Gilbert: 1999). Dengan kata lain, self-excusing adalah penyikapan yang kurang gagah menghadapi diri atau rasa tidak percaya diri (low self-confidence) mulai dari domain cara pikir (mindset) sampai ke tindakan. Umumnya kita lebih terfokus untuk memasang mekanisme penyerangan agar bisa lebih gagah menghadapi orang lain dan sebaliknya menghadapi diri sendiri sering membuat kita minder. Jadi telah terjadi pemutarbalikan fungsi kegagahan.

Mekanisme self-excusing diungkapkan melalui berbagai macam bentuk mulai dari pemikiran, perasaan, keyakinan, dan tindakan. Sebagian di antaranya dapat disebutkan di sini:

1. Pembenaran Diri

Keinginan kita untuk berubah terhalang oleh keyakinan atas kebenaran sendiri yang berlawaan dengan kebenaran universal (the universal principles). Jika kita meyakini kalau tidak melanggar aturan kita tidak akan hidup maka keyakinan demikian akan membuat kita menjadi korban karena keyakinan itulah yang akan menjadi realita hidup. Padahal peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah murni masalah model penyikapan yang kita pilih.

2. Penipuan Diri

Transformasi kesadaan dari the effect ke the cause juga dihalangi oleh mekanisme “politicking” atau menipu diri secara halus. Contoh yang sering dibuktikan oleh realita adalah kemandirian orang cacat (maaf, misalnya orang buta) yang menolak menipu-diri dengan menjalani profesi tertentu seperti ahli pijat, tokoh masyarakat. Logikanya, kalau ada orang cacat fisik bisa mandiri berarti tidak akan ada orang normal yang tidak bisa hidup mandiri. Tetapi kenyataan yang terjadi tidak demikian. Mandiri dan tidak mandiri tidak ada hubungan mutlak dengan kenormalan fisik tetapi berhubungan dengan kualitas menolak politiciking. Memanjakan diri juga sering menjebak kita pada praktek politicking di mana kita merasa tidak mampu mengoptimalkan potensi.

3. Perbandingan

Mekanisme perbandingan yang sering menghalangi transformasi adalah perbandingan dalam hal negatif. Begitu kita membandingkan dengan sisi kelemahan/kejelekan orang lain, maka yang muncul adalah semangat untuk membiarkan diri . Perbandingan yang dianjurkan adalah membandingkan keunggulan orang lain dengan diri kita untuk dipelajari. Atau dalam bisnis dikenal dengan istilah kompetisi, bukan kongkurensi

4. Kerelaan Menjadi Korban

Mekanisme yang biasa kita terapkan untuk merelakan-diri adalah menuding orang lain atau keadaan sebagai penyebab yang menghalangi kita menjadi the cause atas diri kita. Biasanya kerelaan ini disebabkan oleh kesalahan membuat kalkulasi ukuran diri dan ukuran masalah yang kita hadapi atau ketidakmampuan mengambil keputusan berdasarkan fakta aktual tentang diri kita (who are we?).

5. Penolakan Tanggung Jawab

Mekanisme menolak adalah pembatas yang kita ciptakan sendiri atau kesengajaan untuk menghentikan perjalanan proses transformasi di dalam diri yang umumnya tidak kita sadari. “Orang miskin seperti saya mana mungkin bisa menjadi kaya”. Ungkapan demikian adalah pernyataan-diri bahwa kita dengan demikian tidak dikenai tanggung jawab untuk mengubahnya dan melemparkan tanggung jawab ini kepada orang lain yang kita anggap harus bertanggung jawab.

6. Penolakan Konsekuensi

Apapun yang kita pilih akan melahirkan konsekuensi tertentu yang apabila kita terima dengan pengakuan dan pemahaman akan mendekatkan jarak transformasi dari the effect ke the cause. Tetapi, umumnya kita menciptakan pilihan dan menolak konsekuensi yang muncul kemudian. Kalau kita memilih tidak mau mengembangkan diri, mestinya secara rasional kita merelakan diri dengan konsekuensi ketinggalan, bukan menyalahkan orang lain yang lebih maju. Dengan menolak berarti memperlambat proses transformasi.

7. Kebrutalan

Kebrutalan (dehumanization) adalah mekanisme menolak kebenaran yang diyakini. Orang bisa bertindak brutal kalau dirinya mengunci hati, pendengaran dan penglihatan. Bahkan kebrutalan tersebut akan semakin menjadi-jadi ketika tidak secara cepat dilakukan upaya menarik diri. Mekanisme demikian jelas akan menghalangi proses transformasi kesadaran dari the effect ke the cause.

Evolusi Diri

Self-excusing yang menghalangi kita menyadari sebagai the cause dari realita yang kita terima saat ini merupakan produk yang dihasilkan oleh sejumlah pilihan yang berlangsung sejak kecil tepatnya usia remaja di mana kita baru mulai bersentuhan dengan konflik. Dapat dipastikan, kebanyakan orang memiliki ketujuh hambatan di atas atau lebih, tetapi yang membedakan adalah kandungan kadarnya. Untuk menentukan jumlah kadar yang terberat dibutuhkan penemuan terhadap prinsip hidup (pendirian), nilai/keyakinan, cita-cita yang telah dirumuskan ke dalam tujuan hidup dan posisi di mana kita berada saat ini. Perubahan diri yang tidak diberangkatkan pada aspek kedirian yang mendasar seringkali kalah oleh virus kehidupan yang membuat keinginan berubah dari the effect ke the cause menjadi keinginan umum yang tidak punya nyali.

Adapun alasan mengapa lebih tepat memilih jurus evolusi ketimbang revolusi adalah karena perubahan diri identik dengan perubahan nasib (peristiwa yang secara sirkulatif/repetitif terjadi). Untuk mengubah nasib memang di atas kertas putih membutuhkan dunia baru tetapi pada prakteknya kenyataan sering menunjukkan bahwa hal tersebut tidak membutuhkan perubahan peristiwa eksternal. Mungkin lebih tepat kalau dikatakan, dunia baru dibutuhkan tetapi bukan syarat mutlak kalau memang tidak bisa dilakukan sekarang ini, tetapi yang mutlak dibutuhkan adalah diri yang baru (sikap, pola pikir dan perilaku baru).

Langkah evolutif yang dapat kita jalankan untuk mengubah diri (menjalankan transformasi kesadaran) adalah:

1. Menyadari

Orang akan tetap mempertahankan diri meskipun salah, jika dirinya tidak sadar bahwa kesalahan itu memang benar-benar salah. Teori manajemen menjelaskan, perubahan harus diawali dengan proses kesadaran membuat identifikasi tentang apa/bagian mana yang kita inginkan untuk diubah dan mengapa perubahan tersebut kita inginkan (baca: alasan paling mengakar). Dalam hal ini perlu kita ingat bahwa kesadaran tersebut harus menyatakan keinginan bukan ketakutan. Jika ini yang terjadi maka yang diketahui seseorang hanyalah bagaimana menghindari kegagalan, bukan meraih kesuksesan.

2. Mengganti

Apa yang telah kita sadari untuk diubah itulah yang harus kita ganti. Begitu kita menyadari adanya godaan untuk menggunakan kebenaran sendiri, segera kita ganti dengan lawannya. Tehnik lain adalah dengan cara challenging (menantang) bahwa kita melawan bentuk keyakinan, pemikiran, dan perasan yang kita yakini salah. Tehnik lain lagi adalah membuat affirmasi secara berulang-ulang (baca: metode dzikir) ketika kesadaran muncul saat dialog-diri berlangsung. Ketiga tehnik ini dapat mempertebal kualitas, apa yang sering disebut “the moment of truth” atau “critical accident” di mana kita memiliki “personal picture” yang lebih jelas seperti yang kita inginkan atau cara pendekatan yang lebih gamblang bagaimana mengubah diri.

3. Mengintrospeksi

Untuk mendeteksi sejauhmana stabilitas transformasi telah berlangsung, maka kita membutuhkan intropeksi. Di sini yang kita lakukan adalah membuat penilaian apa yang sudah diraih dan apalagi yang perlu untuk dilakukan. Di samping itu instropeksi juga berguna untuk mendeteksi kadar self-excusing yang bisa jadi masih tetap bercokol dalam diri kita hanya gara-gara lupa membuat elaborasi, analogi, atau interpretasi dalam memahami dan melaksanakan. Misalnya saja politicking. Kalau praktek yang kita rekam sejelas perbedaan antara orang buta yang mandiri dan orang normal yang tidak mandiri, pikiran kita bisa langsung paham tetapi bagaimana dengan mentalitas “begging” (baca: meminta-minta, bukan meminta) yang di-politicking? Memang diperlukan pengakuan yang jujur untuk berani mengatakan kitalah yang menjadi penyebab “nasib” kita hari ini. Selamat memilih.

Posted by: vendrafirdian | February 18, 2009

Harga Gelar Akademik

Oleh : Ubaydillah, AN
Jakarta, 06 Agustus 2004  Read More…

Posted by: vendrafirdian | February 18, 2009

Saatnya Mengaudit Langkah

Oleh : Ubaydillah, AN Jakarta, 06 Januari 2006

Hidup Adalah Sebuah Pilihan Jika hingga detik ini Anda merasa sudah berusaha kemana-mana, sudah mengerahkan segala daya upaya yang paling optimum menurut perasaan Anda, sudah berdo’a dengan redaksi yang paling hebat, sudah menghubungi siapa saja yang menurut Anda pantas dihubungi, dan ternyata hasilnya masih jauh dari yang Anda inginkan, atau bahkan sama sekali tak match, maka ada satu hal yang penting untuk dihindari dan ada satu hal yang perlu untuk dilakukan. Satu hal yang penting untuk dihindari adalah membiarkan diri kita larut, hanyut, dan tenggelam ke dalam kesedihan meratapi nasib yang menurut perasaan kita “kok jauhnya minta ampun bangetâ€� dengan impian kita. Alasan yang perlu kita sederhanakan antara lain bahwa selain bukan hanya kita seorang saja di dunia ini yang merasakan perasaan demikian, munculnya “bad-surprise” dalam nasib kita itu adalah sesuatu yang diizinkan Tuhan untuk ada di muka bumi ini. Karena atas izin-Nya, maka ia ada dan terjadi bukan untuk sebuah kesia-sian belaka, melainkan ada kegunaan yang bisa dimanfaatkan, meskipun harus diakui bahwa menurut perspektif manusia, tentulah tidak ada dari kita yang menginginkannya; tidak ada yang ingin merasakannya; dan tidak ada yang ingin mengalaminya, selain juga tidak boleh mengharapkannya. Lantas apa kegunaan itu? Sampai pada tahap ini, sering sekali kita melupakan satu hal bahwa yang dipersilahkan untuk memilih kegunaan tertentu itu adalah kita, bukan malah balik bertanya kepada dunia tentang apa gunanya atau malah memasang sikap apatis yang menolak untuk menggali kegunaan selain yang sudah kita rasakan. Penderitaan itu memang membuat manusia menderita, upset, hopeless, distress, frustasi, dan seterusnya, tetapi soal untuk apa itu akan kita gunakan, adalah pure pilihan kita. Semua itu pilihan kita, mau digunakan untuk menghancurkan diri, atau untuk pembangkit energi. Mau dijadikan racun, atau dijadikan obat – meski obat seringkali pahit rasanya. Mau dijadikan bencana atau mau dijadikan lentera – pencerahan jalan hidup. Semua balik lagi terserah pilihan kita, manusia. Satu hal lain lagi yang perlu kita ingat bahwa tentu saja untuk mengusahakan dan mewujudkan kegunaan positif itu lebih sulit dari pada memilih kegunaan yang negatif. Dunia ini mengajarkan bahwa untuk mendapatkan hal-hal positif, dibutuhkan inisiatif sementara untuk mendapatkan hal-hal negatif hanya dibutuhkan pengabaian dan membiarkan. Tetapi di sisi lain, dunia juga mengajarkan bahwa untuk berinisiatif, biasanya beban yang ditanggung satu ons tetapi dengan mengabaikan, beban yang kita tanggung bisa kelak menjadi satu ton. Defining Moment Satu dari sekian kegunaan positif yang sudah dipilih oleh orang-orang positif di dunia ini adalah menjadikan hal-hal buruk yang tidak diinginkannya sebagai “defining moment”. Artinya, penderitaan yang dialami, entah itu besar atau kecil, dadakan atau berkepanjangan, dijadikan dorongan yang benar-benar tepat (pil) untuk melakukan perubahan, perbaikan, audit, dan seterusnya. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai moment untuk menaikkan standar prestasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam kaitan dengan pembahasan kita kali ini, mungkin kita perlu menjadikan kenyataan buruk yang kita alami sebagai moment untuk meng-audit hal-hal berikut: 1. Sasaran yang kita tetapkan Termasuk dalam cakupan sasaran di sini antara lain: cita-cita, keinginan, tujuan, target, dan seterusnya. Mengapa sasaran yang perlu diaudit? Jika kita tidak punya sasaran, ibaratnya seperti orang bingung sedang jalan-jalan. Jika kita punya sasaran tetapi telalu tinggi menurut ukuran riil kita, kegoncangan akan muncul. Jika kita turunkan terlalu rendah menurut ukuran riil kita, maka kemandekan mengancam. Supaya kegoncangan yang kita alami tidak berkepanjangan, maka sasaran yang sudah kita teorikan di kepala perlu diaudit, entah itu diturunkan sementara, diperbaiki, diperjelas, dipendekkan, di-spesifik-kan, berdasarkan keadaan-diri kita pada hari ini. Meskipun ini tidak mengubah kenyataan buruk sedikit pun, tetapi kegoncangan batin yang kita alami sudah kita datangkan obatnya. 2. Cara, strategi, kebiasaan yang kita pakai Hal lain yang perlu diaudit adalah cara, strategi atau seperangkat kebiasaan yang biasa kita gunakan selama ini untuk meraih sasaran yang kita inginkan dan ternyata masih gagal. Menurut hasil renungan Napoleon Hill, kebanyakan kita gagal usahanya bukan karena kita tidak mampu mewujudkan keberhasilan yang kita inginkan, melainkan karena kita mempertahankan satu cara yang sudah jelas-jelas gagal di lapangan. Bahkan jika dilihat dari penjelasan firman Tuhan kepada kita semua, mempertahankan cara atau strategi yang sudah nyata-nyata gagal dan menolak untuk mengais cara lain, termasuk bukti dari keputusasaan kita terhadap rahmat-Nya, yang dalam bahasa agama sering disebut sesat atau gelap. Karena itu, yang diperintahkan kepada kita adalah meyakini adanya pintu lain yang sudah terbuka jika kita mendapati satu pintu yang tertutup. Sayangnya, terkadang kita terlalu lama memandangi pintu yang sudah nyata-nyata tertutup sehingga kita gagal menemukan pintu lain yang sudah terbuka. Cara, strategi atau kebiasaan yang perlu diaudit, bukan semata yang dalam bentuk fisik, melainkan yang lebih penting lagi, adalah cara berpikir, strategi berpikir, kebiasaan berpikir atau sesuatu yang ada di dalam batin kita. Jim Rohn berpesan: “Semua yang ada di luar dirimu akan berubah jika kamu mengubah dirimu.â€� Hal ini karena semua kreasi fisik, entah itu tindakan atau hasil tindakan, awalnya diciptakan dari dalam batin kita (kreasi mental). Tindakan yang jitu lahir dari pikiran yang jitu, tindakan yang masih meleset lahir dari pikiran yang belum pas, kira-kira begitulah. 3. Orang, lingkungan atau jaringan yang kita masuki Jika dalam bisnis perumahan ada kata pusaka yaitu: lokasi, lokasi, dan lokasi, maka dalam meng-audit langkah atau mengubah nasib kita, mungkin kata pusaka itu perlu diganti menjadi: orang, orang dan orang. Orang, lingkungan dan jaringan yang kita masuki, memang tidak membuat / mengubah kita menjadi apapun tetapi jika kita ingin mengubah diri dalam arti yang luas, maka ini perlu mengubah jaringan orang yang kita kenal, entah dengan cara menambah, mengurangi, memperluas, memperdalam hubungan, dan lain-lain. Dengan mengubah jaringan orang yang kita kenal, maka ini akan menciptakan jalan bagi perubahan pola berpikir, strategi, kepercayaan, kebiasaan, pengetahuan, metode, dan seterusnya. Mungkin, saking pentingnya peranan orang itu bagi kita, sampai-sampai ahli filsafat bisnis Amerika, Jim Rohn, mengatakan: “Jika buku yang anda baca dan orang yang anda ajak bergaul sama, maka dalam lima tahun ke depan, kemungkinan besar nasib anda masih sama”. Untuk mengubahnya, sudah pasti membutuhkan modal, tetapi modal di sini tidak mutlak identik dengan uang yang banyak atau sejumlah modal yang saat ini tidak ada di tangan kita. Prakteknya sering membuktikan bahwa orang yang perlu masuk dalam daftar “jaringan” itu sudah disediakan Tuhan di sekeliling kita tetapi selama ini jarang kita perhatikan, jarang kita bedakan, jarang kita telaah, dan jarang kita gali. Menjaga 3K Menjalani hidup memang berbeda seribu derajat dengan membahas kehidupan. Dalam membahas kehidupan seperti dalam tulisan ini, enak saja kita mengganti, mengubah dan meng-audit langkah sekehendak kita, tetapi dalam menjalani, tentu saja tidak bisa kita meng-audit dan mengubah sekehendak kita. Hemat saya, ada sedikitnya tiga hal yang perlu dijaga seiring dengan keputusan kita untuk meng-audit dan memperbaharui langkah, yaitu: 1. Kebutuhan Kata orang yang sudah sering kita dengar, kebutuhan itu tidak mengenal kata nanti, bahkan ampun pun tidak. Ungkapan lain mengatakan bahwa lebih enak ngomong sama orang yang marah ketimbang ngomong sama orang yang lapar. Ini semua menunjukkan bahwa kebutuhan itu tidak bisa diganggu-gugat dan karena itu, agenda apapun yang akan kita jalankan, hendaknya jangan sampai menganggu aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan. Atau dengan kata lain, hendaknya kita tetap menjalankan aktivitas yang sasarannya untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak bisa diganggu-gugat di tengah-tengah kesibukan kita memikirkan tiga hal yang perlu diaudit di atas. Jika kebutuhan ini terancam, maka kita semua sudah tahu akibatnya. 2. Keinginan Meskipun kebutuhan itu tidak mengenal ampun dan kata nanti, tetapi jika pikiran ini terlalu kita fokuskan hanya untuk kebutuhan, hanya apa adanya, tanpa visi, tanpa imajinasi, tanpa cita-cita, tanpa keinginan, maka Mohamad Ali mengibaratkan seperti seandainya bumi ini tanpa langit: kering dan gelap. Marylin King, mantan seorang atlet, menyimpulkan: “Astronot, atlet dan eksekutif perusahaan memiliki tiga hal kembar. Mereka punya sesuatu yang sangat berarti bagi mereka; sesuat yang benar-benar ingin mereka lakukan. Kami menyebutnya gairah. Mereka memandang tujuan dengan sangat jelas dan mengimajinasikannya secara ajaib sehingga tampak begitu kuat dan mereka membayangkan dirinya menapaki langkah-langkah kecil dalam perjalanan menuju tujuan itu. Kami menyebutnya visi. Akhirnya mereka melakukan sesuatu setiap hari, sesuai dengan rencana yang akan membawa mereka selangkah lebih dekat ke mimpi mereka. Kami menyebutnya aksi”. Artinya, selain kita perlu memprogam aktivitas yang sasarannya kebutuhan, kita pun perlu memprogram aktivitas yang sasarannya adalah mewujudkan keinginan (visi, cita-cita, dst.) yang belum terwujud atau beru terwujud sebagian, agar tidak kering dan gelap (demotivator dan apatis), seperti bagaikan bumi tanpa langit, bagaikan burung tanpa sayap, bagaikan mobil yang rodanya terpendam lumpur “kebutuhan”. 3. Kelancaran Tak cukup sepertinya jika kita hanya memprogram aktivitas yang kita lakukan hari ini semata untuk sasaran kebutuhan dan keinginan. Ada satu hal lain yang perlu kita programkan, yaitu mengatasi masalah-masalah, entah itu tehnis, hubungan, dan lain-lain yang kedatangannya tidak diundang. Membiarkan masalah, bukan berarti menghilangkan masalah.Tetapi jika kita mengerahkan seluruh pikiran dan aktivitas kita hanya untuk mengurusi masalah, maka keinginan dan kebutuhan kita akan yatim, yang juga masalah. Jadi, menurut nasehat Anthony Robbins, gunakan 10% saja untuk memikirkan masalah (what and why), lalu gunakan sisanya untuk memikirkan pemecahan masalah (how). Tenggelam dalam memikirkan masalah, justru malah akan membuat kita bermasalah. Nasehat lain bisa kita dengarkan dari Brian Tracy, seorang konsultan SDM, yang mengatakan: “Bukan dimana saat ini kita berada; yang menentukan kita, melainkan ke mana langkah ini akan kita gerakkan”. Masalah tidak membuat kita keman-mana tetapi apa yang akan kita lakukan terhadap masalah itu akan menentukan di manan nanti kita berada. Dengan belajar menjalani tiga hal di atas, minimal kita tidak perlu bertengkar dengan kenyataan yang ada di hadapan kita, pun juga kita tidak tenggelam di dalam kenyataan itu, serta tidak terhanyut ke dalam memikirkan masalah siang dan malam. Sekali lagi perlu kita ingat, ini baru membahas kehidupan, belum masalah menjalani kehidupan. Selamat menjalankan.

Posted by: vendrafirdian | August 6, 2008

Kode Download Lagu

MP3 hunting download via Google – Google Hacking
Sabtu, 2008 Januari 19 | Label: Google Hacking tips – Download lagu | |

Buka Google
Masukkan query berikut ke dalam kotak pencarian.

?intitle:index.of? mp3 [artist] [title]

Ubah [artist] dengan nama artis/band/penyanyi yg Anda cari

Ubah [title] dengan judul lagu yg Anda cari.

Contoh:
?intitle:index.of? mp3 coldplay
?intitle:index.of? mp3 “simple plan”
?intitle:index.of? mp3 “simple plan” untitled
?intitle:index.of? mp3 “welcome to my life”
Contoh hasil pencarian:

Tekan salah satu dari hasil pencarian di atas, dan hasilnya adalah sbb:

Jika sesuai dengan yg Anda inginkan, tekan Klik Kanan dan pilih Save As untuk menyimpan MP3 lagu tersebut.
Selamat mencoba!

thanks to Funponsel.com

Posted by: vendrafirdian | August 5, 2008

Makalah Pancasila

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendakNya jualah makalah sederhana ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya.

Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila. Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai Permasalahan yang timbul dari Pilkada 2005 .

Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pembimbing kami yakni Bapak Drs. H.M. Yunus, S.Psi, M.Si yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami.

Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang.

Harap kami, makalah ini dapat menjadi track record dan menjadi referensi bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.

Pekanbaru, Juni 2008

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar…………………………………………………………………………………….. i

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………….. ii

Bab I Pendahuluan

1.1. Latar belakang masalah…………………………………………………. 1

Bab II Pembahasan

2.1. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada……………………….. 2

2.2. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada………………………… 3

2.3. Solusi………………………………………………………………………….. 6

Bab III Penutup

3.1. Kesimpulan………………………………………………………………….. 7

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan suses.

Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota, diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan pemilih.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada

Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Demokrasi di negara Indonesia bersumberkan dari Pancasila dan UUD ’45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat, dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan

Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

1. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung.

2. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

3. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya.

4. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan.

5. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta, jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Karena itu, harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini.

2.2.Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada

Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Mulai dari seleksi bakal calon, persiapan kertas suara, hingga pelaksanaan pilkada ini.

Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit, jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Ini sangat berbahaya sekali.

Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum, sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut.

Selain masalah dari para bakal calon, terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Misalnya saja di Jakarta, para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat. Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta.

Dalam pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti :

  1. Money politik

Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah, maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah. Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, juga terjadi hal tersebut. Yaitu salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang.

Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Karena untuk biaya ini, biaya itu.

  1. Intimidasi

Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu.

  1. Pendahuluan start kampanye

Tindakan ini paling sering terjadi. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai.

  1. Kampanye negatif

Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut.

2.3.Solusi

Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu. Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain :

  1. Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat, bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik.
  2. Semua warga saling menghargai pendapat. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain, maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar.
  3. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain.
  4. Memilih dengan hati nurani. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu berbenah diri. Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah dengan landasan untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Walaupun dalam pelaksanaan pilkada ini masih ditemui berbagai macam permasalhan tetapi ini semua wajar karena indonesia baru menghadapi ini pertama kalinya setelah pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakilnya. Ini semua dapat digunakan untuk pembelajaran politik masyarakat. Sehingga masyarakat dapat sadar dengan pentingnya berdemokrasi, menghargai pendapat, kebersamaan dalam menghadapai sesuatu. Manusia yang baik tidak akan melakukan kesalahan yang pernah dilakukan. Semoga untuk pemilihan umum yang berikutnya permasalah yang timbul dapat diminimalkan. Sehingga pemilihan umum dapar berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

1. Abraham Panumbangan (mahasiswa fisipol UMY).Masih perlu waktu. www.kr.co.id edisi Jum’at, 15 Juli 2005

2. Hasan Shadily, dkk.1973. Ensiklopedi Umum . Jakarta: Yayasan Dana Buku Franklin Jakarta.

3. M. Ma’ruf (Mentri Dalam Negeri).Optimisme hadapi pilkada langsung. www.kompas.com edisi selasa, 22 Februari 2005

4. Redaksi Kompas. APBN-P 2005 Bantu Rp 464,9 Miliar . www.kompas.com edisi Rabu, 30 Maret 2005

5. Suardi Abubakar, dkk. 2000. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU.Jakarta: Yudhistira.

Posted by: vendrafirdian | July 28, 2008

Kumpulan Soal Psikologi Industri Dan Organisasi

  1. Apa kaitan psikologi industri dan organisasi dengan ilmu-ilmu lain?
    1. Kaitan dengan perilaku keorganisasian dan berkaitan dengan management sumber daya manusia
    2. Berkaitan dengan fungsi batas sistem dengan proses produksi dalam sistem
    3. Kaitan dengan tenaga kerja pelaksana
    4. Kaitan dengan tenaga kerja pengelola (menager)

  1. Dalam kaitan dengan proses produksi dalam sistem, prilaku manusia dikaji, secara perorangan atau secara kelompok adalah sebagai ….
    1. Tenaga kerja pelaksana / yang dikelola dan tenaga kerja pengelola (manager)
    2. Konsumen
    3. Direktur
    4. Pelamar atau calon tenaga kerja
  2. Titik awal dari perkembangan psikologi sebagai suatu ilmu yang mandiri ialah telah didirikannya laboratorium psikologi oleh….
    1. Willhem Wundt
    2. M.D Dunnete
    3. Hawthorne
    4. Federic Winslow taylor
  3. Laboratorium psikologi pertama pada tahun 1875 didirikan di kota….
    1. Wuerzburg
    2. Leipzig, German
    3. Goettingen
    4. Tudingen
  4. Sebutkan universitas negeri di Indonesia yang memiliki fakultas psikologi pada tahun 2000!
    1. Universitas Indonesia
    2. Universitas Padjajaran
    3. Universitas Gajah Mada dan Erlangga
    4. Benar semua
  5. Model seleksi tradisional terdiri dari langkah-langkah sebaga berikut, kecuali…
    1. Analisis / kajian pekerjaan
    2. Penentuan peramal-peramal dan alat ukurnya
    3. Penentuan kriteria keberhasilan dan alat ukurnya
    4. Psikotes ( wawancara)
  6. Coba jelaskan tentang tes kepribadian proyektif dalam alat ukur peramalan psikologik!
    1. Tes kepribadian proyektif ialah tes-tes yang dirancang untuk menentukan sejauh mana baiknya seseorang dapat melakukan sesuatu
    2. Tes kepribadian proyektif ialah ukuran-ukuran dan ciri-ciri kepribadian yang bentuknya tidak berstruktur
    3. Tes kepribadian proyektif ialah tes-tes yang mengukur perilaku yang khas yang sangat dipengaruhi oleh variable-variable lingkungan
    4. Tes kepribadian proyektif ialah ukuran-ukuran dari ciri-ciri yang mempunyai bentuk yang berstruktur
  7. Apakah itu tes simulasi management?
    1. Tes yang dirasakan dekat dengan kenyataan
    2. Tes yang dirasakan sebagai skill dari pelamar
    3. Tes yang dirasakan jauh dari kenyataan
    4. B dan C benar
  8. Teknik wawancara yang digunakan dalam prosedur seleksi tenaga kerja oleh miner (1992) yakni?
    1. Teknik wawancara terpola atau terstruktur
    2. Teknik wawancara yang tidak mengarah
    3. Teknik wawancara ganda
    4. Semua benar
  9. Kriteria keberhasilan menurut Dranth (1975) mempunyai beberapa dimensi yakni
    1. Dimensi waktu dan dimensi derajat abstraksi
    2. Immediate kriteria
    3. The conceptual criteria
    4. Criterior relevance
  10. Proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja nonmanagerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan untuk tujuan tertentu adalah teori pelatihan menurut….
    1. Skinner
    2. Wilhem wundt
    3. Sikula
    4. Thorndike
  11. meningkatkan produktifitas merupakan tujuan dari pelatihan dan pengembangan yang dikemukakan oleh…
    1. Tudingen
    2. M.D Dunnete
    3. Sikula
    4. Federic Winslow taylor
  12. Asosiasi antara rangsang dan jawaban, pembelajaran dipostulasi sebagai suatu pengembangan prilaku (jawaban) sebagai suatu hasil dari suatu subjek dipaparkan kepada satu rangsang merupakan dasar dari teori….
    1. Connectionist
    2. Cognitive
    3. Reinforcement theory
    4. Operant condioning
  13. More or less pormonent change in behavior which occour as a result of practice merupakan definisi pembelajaran menurut …
    1. Chisnall
    2. Salmoni
    3. Walter
    4. Schmidt
  14. Sebutkan dua aliran besar dari proses pembelajaran menurut Chisnall
    1. Respon dan rangsang
    2. Connectionist dan cognitive
    3. Activity dan behaviour
    4. Practice and training
  15. Gerakan yang memberikan efek yang baik makin menjadi lebih kuat dan akhirnya akan dilakukan jika situasi menuntutnya merupakan teori dari thorndike yang dikenal dengan teori..
    1. Hokum dari kelakuan
    2. Hukum dari akibat
    3. Hukum dari respons
    4. Hukum dari stimulus
  16. Proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh
    1. Motivasi
    2. Stimulus
    3. Rangsangan
    4. Hadiah
  17. Penetapan metode pelatihan / penyajiannya merupakan langkah dari Dalam penyusunan program pelatihan/ pengembangan pada tahap?
    1. Tahap 1
    2. Tahap 2
    3. Tahap 3
    4. Tahap 4
  18. Menurut Miner, pembelajaran, terlibat dalam pengembangan empat macam keterampilan, sebutkan salah satunya..
    1. Keterampilan antar pribadi terbatas
    2. Keterampilan antar sesama sangat baik
    3. Keterampilan antar individu tidak terbatas
    4. Keterampilan antar perilaku stabil
  19. Metode pelatihan dikelas terdiri atas, kecuali…
    1. Kuliah
    2. Komperensi
    3. Kompetisi
    4. Study kasus
  20. Dibawah ini merupakan kegunaan warna pada ruangan dan peralatan kerja, kecuali
    1. Sebagai alat sandi
    2. Sebagai upaya menghindari timbulnya ketegangan mata
    3. Sebagai alat untuk refreshing
    4. Sebagai alat untuk menciptakan ilusi tentang besarnya dan suhunya ruangan kerja
  21. Pada soal nomor 21 pilihan d, merupakan pendapat yang dikemukakan oleh..
    1. Schultz
    2. Suryanto
    3. Suyatno
    4. Thorndike
  22. tenaga kerja paro-waktu (pekerja social, pengacara, analis riset ) dapat melakukan pekerjaan yang sama atau lebih dibandingkan dengan tenaga kerja purnawaktu, merupakan penemuan pendapat dari..
    1. Suyanto
    2. Suryatno
    3. Wisconsin Civil Service
    4. Pelayanan manusia di amerika serikat
  23. Sebutkan dua macam system mesin manusia…
    1. Berikal terbuka dan yang berikal tertutup
    2. Berikal terbuka
    3. Berikal tertutup
    4. Semua benar
  24. Pada umumnya system tanda nada digunakan jika, kecuali
    1. Pesannnya sangat sederhana
    2. Pesan memerlukan tindakan segera
    3. Tanda tanda bicara terlalu membebani pendengan
    4. Kondisi sesuai untuk menerima tanda bicara
  25. Jumlah macam batasan tentang kepemimpinan dapat dikatakan sama dengan jumlah orang yang telah mencoba membuat batasan tentang pengertian tersebut. Pernyataan ini menggambarkan kemajemukan pengertian kepemimpinan ini, merupakan pernyataan yang dinyatakan oleh
    1. Nanus
    2. Heresy dan blanchard
    3. Stogdil
    4. Michellangelo
  26. In essence leadership is a boarder concept than management, merupakan pernyataan yang dikemukakan oleh..
    1. Bennis
    2. Nanus
    3. Benis dan nanus
    4. Heresy dan Blanchard
  27. Seorang pekerja berpengetahuan (knowledge worker) yaitu the man who puts to work what he has between his ears rather than the brawn of his muscles or the skill of his hand, merupakan pernyataan seorang manager menurut…
    1. Benis dan nanus
    2. Heresy dan Blanchard
    3. Drucker
    4. Stogdil
  28. Ciri-ciri perilaku pemimpin yang berhasil dari penelitian yang dilakukan pada angkatan darat amerika serikat menurut Marat adalah, Kecuali
    1. Performing personal and technical speciality
    2. Knowing subordinates dan showing consideration for them
    3. Knowing of a dull conspiration
    4. Keeping chanels of communication open
  29. Di Indonesia kita kenal sebelas cirri pribadi yang diharapkan dimiliki oleh seorang pemimpin, yang dianut oleh TNI angkatan darat yaitu, kecuali…
    1. Takwa
    2. Ing ngarso sung tuladha
    3. Tut wuri handayani
    4. Selaso jatuh kembar
  30. Sebutkan fungsi kelompok bagi anggota, kecuali..
    1. Pemenuhan kebutuhan
    2. Pengembang, penunjang, pemantap dari identitas pemelihara dari harga diri kita
    3. Ajang peningkatan mutu diri yang telah hilang oleh lingkungan sekitar
    4. Sebagai penetap dan penguji kenyataan / realitas social
  31. Para anggotanya saling tergantung dan aksi atau tindakan mereka perlu dikerjakan dan disusun bersama untuk dapat menyelesaikan tugas kelompok dengan baik merupakan ciri dari interaksi anggota kelompok…
    1. Interaktif
    2. Koaktif
    3. Konteraktif
    4. proaktif
  32. Pemaduan bersibuk diri dengan penemu kenalan dari tujuan, dengan penciptaan masalah-masalah yang menarik, merupakan pengertian dari tahap
    1. Pathfinding
    2. Pemecahan masalah
    3. Implementasi
    4. Koalisi
  33. Satu gejala yang merupakan kelemahan dari kelompok terlalu dekat ialah bahwa kecakapan pengambilan keputusan mereka dapat secara mendadak berkurang. Oleh Janis gejala ini disebut dengan
    1. Berfikir kelompok
    2. Berfikir sendiri
    3. Berfikir menurut kemauan atasan
    4. Berfikir menurut inspirasi
  34. Siapakah yang mengemukakan kelompok memiliki ilusi bahwa mereka kebal dalam penjabaran gejala berfikir…
    1. Janis
    2. Mann
    3. Janis dan mann
    4. Suharto
  35. Jabatan apakah yang disebut dengan supervisor
    1. Manager
    2. Direktur
    3. Mandor
    4. Karyawan perusahaan yang bertugas menghitung pengeluaran perusahaan
  36. “…. A group of people, working toward objectives, which develops and maintains…” Merupakan pengertian organisasi yang dikemukakan oleh
    1. Tossi
    2. Rizzo
    3. Carroll
    4. Semua benar

  1. Siegel dan lane mengajukan tiga jenis intervensi yaitu, kecuali
    1. Teknik analisis peran
    2. Pertemuan diagnostic kelompok keluarga
    3. Pertemuan pembentukan tim kelompok keluarga
    4. Pertemuan pembentukan tim kelompok masyarakat
  2. Teknik yang berusaha meninggkatkan efektivitas tim dengan cara memperjelas harapan-harapan peran dan kewajiban dari setiap anggota, merupakan pengertian dari..
    1. Teknik analisis peran
    2. Pertemuan diagnostic kelompok keluarga
    3. Pertemuan pembentukan tim kelompok keluarga
    4. Pertemuan pembentukan tim kelompok masyarakat
  3. Hasil-hasil penelitian yang mutahir, menemukan bahwa ada tujuh cirri-ciri utama yang secara keseluruhan mencangkup esensi dari budaya organisasi, merupakan pendapat dari
    1. Robbins
    2. Tossi
    3. Rizzo
    4. Carroll
  4. Sebutkan beberapa kemungkinan penimbang tenaga kerja, kecuali
    1. Atasan langsung
    2. Rekan kerja
    3. Teman
    4. Bawahan
  5. Kesalahan kelembutan disebut juga dengan
    1. Severity error
    2. Leniency error
    3. Safety error
    4. Fatal error
  6. Teknik penimbangan karya dapat digolongkan kedalam beberapa hal, kecuali…
    1. Tektik relative
    2. Teknik absolute
    3. Teknik berorientasi pada pengeluaran
    4. Teknik perbandingan
  7. Para tenaga kerja yang ditimbang dengan tenaga kerja lain atau saling dibandingkan merupakan teknik penimbangan dari
    1. Teknik relative
    2. Teknik absolute
    3. Teknik berorientasi pada pengeluaran
    4. Teknik perbandingan
  8. Proses mengkonvensikan tujuan tujuan organisasi kedalam tujuan atau sasaran perorangan yang terdiri dari empat tahap, merupakan penjelasan tentang..
    1. Management by objective
    2. Management corporation
    3. Management coleration
    4. Management identity

46. Dalam keseharian kita memiliki dua macam situasi yaitu ?

a. Situasi masalah dan pilihan

b. Situasi lingkungan dan pekerjaan

c. Situasi konflik

d. B dan C benar

  1. Melihat alternatif keputusan dan tindakan merupakan awal dari ?

a. pekerjaan

b. motivasi

c. persepsi

d. tindakan

48. Menurut teori Maslow, ,manusia dalam motivasi kerja berada dalam kondisi ?

a. Sakit

b. Bahagia

c. Mengejar yang berkesinambungan

d. A dan B benar

  1. Kebutuhan eksistensi menurut Alderfer merupakan kebutuhan akan ?

a. asaan terhadap orang lain

b. Mengembangkan kecakapan

c. Kebutuhan biologis manusia

d. Kebutuhan substansi material

  1. Teori dua factor termasuk teori ?

a. zberg

b. Maslow

c. ERG

d. Motivasi proses

51. Stres merupakan salah satu ?

a. Abstraksi

b. Tuntutan kehidupan

c. Pengaruh lingkungan

d. Salah semua

52. Tanda-tanda suasana hati termasuk tanda ?

a. Otot kerangka

b. Dari adanya distress

c. Organ badan

d. Kehilangan harapan

53. Mendengar bunyi berdering dalam kuping termasuk tanda-tanda ?

a. Otot kerangka

b. Mood

c. Organ-organ dalam badan

d. Frustasi

54. Miles dan Perreault membagi empat jenis konflik, diantaranya yaitu ?

a. Konflik keluarga

b. Konflik persaingan

c. Konflik pertentangan

d. Konflik peran-pribadi

55. Faktor intrinsik dalam pekerjaan termasuk ke dalam bagian ?

a. Pembangkit stress

b. Tuntutan fisik

c. Tuntutan tugas

d. Konflik peran

56. Psikologi konsumen lebih mengarah ke ?

a. Perilaku konsumtif

b. Barang dan jasa

c. Perekonomian

d. Proses kerja

  1. Membeli produk yang ditawarkan termasuk salah satu bagian dari faktor AIDA yang meliputi bagian ?

a. Attention

b. Action

c. Interest

d. Desire

58. Faktor-faktor AIDA ini dianggap sebagai penentu ?

a. Perilaku konsumtif

b. Psikologi konsumen

c. Tingkat efektivitas iklan

d. Semua benar

59. Pemangsaan pasar dalam psikologi konsumen termasuk dalam aspek ?

a. Fisiologis

b. Biologis

c. Kepedulian

d. Kepribadian

60. Penilaian dan seleksi dari alternative termasuk ke dalam proses ?

a. Pengambilan keputusan

b. Penawaran

c. Penetapan keperluan

d. Iklan

Posted by: vendrafirdian | July 28, 2008

Makalah Bahasa Indonesia Tentang Karangan Persuasi

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendakNya jualah makalah sederhana ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya.

Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai Paragraf Persuasi.

Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pembimbing kami yakni ibu murni yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami.

Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang.

Harap kami, makalah ini dapat menjadi track record dan menjadi referensi bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.

Pekanbaru, Mei 2008

Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………..1

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………..2

BAB I.

Pendahuluan……………………………………………………………………………..3

BAB II

Persuasi…………………………………………………………………………………….4

BABIII

Kesimpulan……………………………………………………………………………..12

Kritik ……………………………………………………………………………………..12

Saran………………………………………………………………………………………12

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………….13

BAB I

Pendahuluan

Latar Belakang

Menulis paragraf persuasi termasuk kegiatan mengarang. Hasil dari kegiatan mengarang adalah berupa karangan. Karangan merupakan bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan menulis atau pengarang dalam kesatuan yang utuh.

Untuk menulis sesuatu hal yang menarik kita perlu berfikir. Sebuah paragraf yang menarik,pertama kita harus apa itu paragraf. Paragraf merupakan sekelompok kalimat yang mengandung beberapa informasi yang relevan tentang suatu ide. Paragraf yang baik biasanya terpusat pada satu topik kalimat. Ketika kita mempunyai petunjuk untuk mulai menulis, kita dapat menyelesaikan paragraf tersebut dengan sukses. Sebuah kalimat topik akan membantu kita untuk memilih informasi yang relevan.

Pada dasarnya paragraf terdiri dari 3 bagian, yaitu perkenalan, isi dan kesimpulan. Pada bagian perkenalan, sebuah paragraf akan secara langsung memaparkan sesuatu yang menjadi tema atau topik paragraf tersebut. Dalam bagian ini masalah belum sepenuhnya dipaparkan. Biasanya hanya secara global saja sebuah masalah itu diperkenalkan. Kemudian pada bagian isi, tema paragraf tersebut mulai memunculkan masalah utamanya, yang tadinya global kemudian mulai mengerucut. Ide pokoknya mulai menampakkan klimaksnya. Dan yang terakhir merupakan bagian kesimpulan. Bagian berisi suatu pemecahan dari masalah yang telah dipaparkan pada bagian isi tadi. Di bagian ini pula diberikan suatu kesimpulan tentang paparan yang sudah tertulis diatas.

BAB II

PERSUASI

Karangan yang berisi ajakan kepada pembaca dengan menyampaikan alasan, contoh, dan bukti yang meyakinkan sehingga pembaca membenarkannya dan bersedia melaksanakan ajakan hal-hal yang baik demi kepentingan masyarakat banyak. Lazimnya berbentuk prosa.

1. Pengertian

Persuasi(menurut Gorys Keraf) suatu seni verbal yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki ileh pembicara (bentuk lisan, misalnya pidato) atau oelh penulis (bentuk tulisan, cetakan,elektronik) pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang.

2. Syarat-syarat

a. Watak dan kredibilitas pembicara harus percaya diri dan mampu meyakinkan pendapatnya itu kepada orang lain.

b. Kemampuan pembicara mengendalikan emosi. Hal ini akan mendukung keputusan yang diambilnya.

c. Diperlukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk mendukung kebenarannya.

3. Ciri-ciri persuasi

a. Harus menimbulkan kepercayaan pendengar/pembacanya.

b. Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.

c. Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara. pembicara/penulis dan yang diajak berbicara/pembaca.

d. Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.

e. Harus ada fakta dan data secukupnya.

4. Yang tergolong kedalam persuasi

a. Bentuk pidato, misalnya propaganda, kampanye lisan, dan penjual jamu ditempat-tempat terbuka.

b. Bentuk tulisan berupa iklan dan selebaran.

c. Bentuk elektronik, misalnya iklan di televisi, bioskop, dan internet

Contoh :

Sehat Karna Air Putih

Buah hati kami, Ananda Dany Rifky Firdaus (2,5 tahun), bisa dipanggil rifky. Ia lahir melalui proses cesar. Sejak usia dua minggu, ia sering sakit-sakitan. Bilirubinnya tinggi, mencapai 24,0, sehingga harus dirawat inap dirumah sakit. Untuk mengisi kekurangan cairan tubuhnya, selama diopname itu, ia mesti minum susu formula.” Saya sendiri hanya mampu memberi ASI sampai usianya 5 bulan. Setelah satu minggu dirumah sakit dan satu bulan berobat jalan, bilirubinnya normal kembali hingga 0,1,” kata ibunya.

Di usia 9 bulan ia sakit lagi. Dokter mendiaknosis ia terkena infeksi saluran kencing. Berulang-ulang ia harus menjalani tes urin. Untunglah dua bulan kemudian hasil tes itu negatif , yang berarti kondisinya membaik.

Ketika usia enam belas bulan ia kembali terkena infeksi saluran kencing, setiap kali hasil tes urin positif, ia harus minum obat antibiotika, hingga lima kali tes urin. Pada tes ke-6, syukurlah hasilnya sudah negatif. Saat tiga bulan kemudian ia dites ulang hasilnya benar-benar negatif.

Selain itu, Rifky juga pernah diopname selama satu minggu,karena pneumonia. Panas badannya meninggkat dan daya tahan tubuhnya pun melemah. Menurut dokter ia kemungkinan tertular virus itu deirumah sakit.

“Jangan pernah membawa anak kerumah sakit, kecuali dalam keadaan sakit, karena disana terdapat berjuta-juta virus dan kuman,” begitu pesan dokter. Pesan itu selalu saya ingat, tapi tentu sulit menghindari Rifky dari rumah sakit karena ia juga bolak-balik sakit.

Walaupun sering sakit, tubuh Rifky tetap gemuk dan perkembangannya normal.”Kami tentu tak ingin ia terus-menerus berurusan dengan obat, apalagi antibiotika. Karena itu kami berusaha keras menjaga kesehatannya, salah satunya dengan memberinya banyak minuman air putih dalam kemasan,” kata ibunya.

“Sudah hampir satu tahun ia terbiasa minum air putih. Sekali minum ia bisa menghabiskan sebotol air berukuran 600 mililiter. Kalau malam-malam ia terbangun dari tidur, yang dimintai juga air putih. Sejak doyan minum air putih, ia jarang sekali sakit. Mungkin air itu telah mencuci racun tubuhnya. Ia sekarang makin aktif dan suka berenang. Kami berharap ia selalu tumbuh sehat,” kata ibunya lagi.

(Widya Shinta W.S,31 tahun, ibu rumah tangga, ibu satu anak , tinggal di Tangkerang)

Dalam uraian dibawah ini disajikan macam-macam persuasi ditinjau dari medan pemakaiannya. Dari segi ini, karangan persuasi dibagi menjadi empat macam, yaitu :

1. Persuasi politik

2. Persuasi pendidikan

3. Persuasi advertensi

4. Persuasi propaganda

1. Persuasi Politik

Sesuai dengan namanya, persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan pesuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya. Kita akan bisa memahami persuasi politik lebih baik lagi, bila kutipan berikut ini kita kaji dengan teliti. Naskah persuasi politik berikut ini berkombinasi dengan eksposisi.

BILA SI MPR HANYA BAGI-BAGI KEKUASAAN RENDRA DAN EEP SERUKAN PEMBANGKANGAN

Setiap orang indonesia yang sadar hak-haknya haruslah siap melakukan gerakan pembanggkangan warga negara. Itu perlu, terutama bila agenda nasional berupa Sidang Istimewa (SI) MPR mendatang ini akhirnya hanya merupakan forum konstitusional bagi para elit politik untuk berbagi kesuasaan antar mereka hingga melupakan kepentingan umum masyarakat.

Dramawan W.S. Rendra bersama pengamat politik Eep Saefullah Fatah disertai sejumlah praktisi ekonomi dan seniman dengan lantang menyerukan itu dalam sebuah konfrensi pers di Kantor Dewan Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis(19/7) siang.

Seruan agar masyarakat melakukan pembanggkangan warga negara ini, kata Eep dan Rendra, diungkap sebagai wujud keprihatinan mereka sebagai warga negara atas terjadinya arus utama politik dan ekonomi yang terus menerus menempatkan rakyat sebagai korbannya.

Pembangkangan warga negara diperlukan, demikian argumen Eep terutama bila proses transisi ke arah demokrasi sudah menjadi makin elitis dan mengarah pada pembajakan demokrasi oleh kekuatan maupun pikiran yang berpihak pada otoritarianisme.

Menurut Eep, hal inilah yang kini membayangi proses transisi yang tengah bergulir di negara ini, terutama jika menyaksikan si MPR yang kini telah dipersiapkan tak lebih sebagai arena pertaruhan politik kanak-kanak. Perhelatan mahal ini dibuat demi upaya bisa melakukan pergantian kekuaasan. “Sementara agenda mendasar yang perlu dikerjakan bisa membuat rakyat bisa keluar dari krisis ekonomi yang mencekik dan krisis politik yang memuakkan, justru diabaikan”, jelas Eep.

Lebih menyedihkan lagi,tambahnya,ketika arus politik dan ekonomi yang telah menempatkan rakyat sebagai korbannya ini seolah-olah hanya dilawan oleh pembangkangan militer dan polisi. Citra yang terbangun oleh pemberitaan pers bahkan telah menempatkan parlemen-parlemen seolah-olah sebagai pahlawan yang ingin melawan arus itu.”Padahal, sesungguhnya jutru DPR-lah yang telah ikut mengalirkannya,” ujar mahasiswa Ohaio State University,AS ini.

W.S Rendra menambahkan, gerakan ini jauh dari sikap anarkis. Gerakan ini ibarat sebuah obat mujarap yang mampu mengobati kelesuan jiwa agar mampu merebut masa depan yang baik. Karena itu, ia berpendapat perlu dibangun konsolidasi antar sesama warga negara dan aturan-aturan main yang demokratis. “Dari perspektif kebudayaan, situasi sekarang ini menjadi tidak menentu akibat tidak adanya aturan-aturan yang benar. Apalagi rakyat sering dianggap sebagai massa bukan lagi insan manusia yang juga warga negara”, jelas tokoh pendiri Bengkel Teater ini berapi-api.

Penggiat seni, Edi Haryono, yang membaca naskah “Seruan bagi Gerakan Pembangkitan Warga Negara”, menyebutkan, proses sosial, ekonomi, dan politik sekarang ini berjalan ditengah ketiadaan aturan main bernegara yang demokratis telah membiarkan tatanan hidup bernegara dikelola dipolitika dan ekonomi telah membiarkan tatanan hidup bernegara dikelola di atas aturan main yang compang-camping, tidak utuh dan belum demokratis.

(Kompas,26 Juli 2001)

2. Persuasi Pendidikan

Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya, bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak supaya mereka giat berlajar, senang membaca dan lain-lain. Seorang motivator atau inovator pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan. Kutipan artikel berita ini dapat dijadikan bahan menelaah karangan persuasi pendidikan.

KERAPIAN BERBAHASA BERKOLERASI DENGAN KECERMATAN PENALARAN

Keterampilan berbahasa perlu diposisikan berbanding sejajar dengan kerapian berbahasa. Artinya, kepiawaian berbahasa seseorang harus didukung bahkan ditentukan oleh kerapian atau keapikan bahasa yang digunakannya.

“Mengenai hal ini ada pandangan yang menyebutkan bahwa kerapian berbahasa sangat berkorelasi dengan kecermatan penalaran,” kata Dr. Hasan Alwi, mantan kepala pusat bahasa, di sela-sela seminar nasional XI Bahasa dan Sastra indonesia, di Denpasar (Bali) yang berlangsung 10-12 juli 2001.

Menurut Hasan Alwi, pemakaian bahasa yang rapi dan dilandasi oleh penalaran yang cermat merupakan syarat mutlak dalam keterampilan berbahasa. Dua hal ini sekaligus akan sangat membantu kemudahan dan kelancaran dalam berkomunikasi. Akan tetapi, kenyataan menunjukkan perpaduan ideal itu masih jauh dari harapan. Hal ini terlihat dari penggunaan bahasa indonesia-baik tulis maupun lisan- dikalangan masyarakat indonesia yang masih terkesan sembrono, serta mengabaikan prinsip-prinsip dasar bahasa indonesia yang baik dan benar. “Jika ditinjau dari segi kerapian bahasa dan kecermatan bernalar, mutu pemakaian bahasa indonesia yang dihasilkan itu sering sekali membuat para pakar dan pengamat bahasa berkecil hati”. Kata Hasan Alwi.

(Kompas, 10 Juli 2001)

3. Persuasi Advertensi/Iklan

Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu,advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang.

Persuasi iklan yang baik adalah persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasi yang kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang yang diiklankan.

Contoh persuasi iklan:

Arnold Palmer dewasa ini menggebrak dunia usaha dengan kehebatan yang sama dalam permainan golf. Ia penuh keyakinan, gigih dan berani dalam mengambil resiko. Namun dengan perhitungan yang matang.

Palmer melibatkan diri dalam belasan kegiatan usaha di seluruh dunia, yang membuatnya seringkali terbang untuk berbagai pertemuan dan mengemudikan sendiri pesawat jet pribadinya.

Satu dari kegiatan-kegiatan yang paling penting adalah merancang desain dan lanskap padang-padang golf. The Chun Shan yang menjadi padang golf baru pertama di cina sejak tahun 1930-an adalah salah satu contoh yang luar biasa. Di samping itu, nama Arnold Palmer pada pakaian golf, golf clubs, jasa carter angkutan udara, pembangunan real estate, dan banyak lagi.

Di balik senyum yang telah menjadi tokoh televisi. Palmer merupakan seorang pengusaha sukses yang selalu memberikan perhatian sampai ke detail.

Palmer tetap merupakan nama yang diperhitungkan di padang golf yang mampu mempesona penonton maupun pemain handal yang dihadapinya.

Menjaga ketetapan waktu jelas merupakan tugas yang amat penting. Ia mempercayakan pada jam tangan emas Rolex Oyster Day-date.”Bagi saya golf sudah merupakan bagian dari jiwa. Perasaan yang sama kuatnya juga saya alami dengan Rolex, Rolex menjalankan tugasnya dengan sempurna!”

Suatu pujian yang berharga dari orang yang sangat menghargai ketepatan waktu.

(Intisari)

4. Persuasi Propaganda

Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.

Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengidap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda. Perhatikan kutipan karangan persuasi propaganda dibawah ini.

Perilaku menyampah

Di kota-kota besar, setiap orang mencari kemudahan dalam hidup. Kebiasaan makan, misalnya, di kota besar, restoran fast food cenderung menggunakan kemasan yang terbuat dari plastik atau stirofoam yang sekali pakai langsung buang. Kemasan kue dahulu menggunakan daun pisang yang bisa membusuk, sekarang cenderung menggunakan plastik. Semua itu kebiasaan impor yang bukan budaya indonesia. Budaya indonesia menggunakan kemasan daun pisang atau daun jati.

Sebenarnya volume sampah bisa dikurangi drastis bukan hanya dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baikna atau dengan daur ulang tetapi bagaimana menghindari seminim mungkin perilaku menyampah. Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-bahan yang makin menambah volume sampah.

Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,ambil saja makanannya, kemasannya dikembalikan lagi kepada penjualnya. Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi kenyamanan hidup ini.

BAB III

Kesimpulan

Persuasi merupakan Karangan yang berisi ajakan kepada pembaca dengan menyampaikan alasan, contoh, dan bukti yang meyakinkan sehingga pembaca membenarkannya dan bersedia melaksanakan ajakan hal-hal yang baik demi kepentingan masyarakat banyak.

Karangan persuasi dibagi menjadi empat macam, yaitu :

1. Persuasi politik

2. Persuasi pendidikan

3. Persuasi advertensi

4. Persuasi propaganda

Yang semuanya sudah mempunyai contohnya masing-masing yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

Kritik:

Saran:

Daftar Pustaka

Aveling,Harry.2002.Rumah Sastra Indonesia.Magelang:Indonesiatera.

Finoza, Lamudin.2006.komposisi bahasa indonesia.jakarta:Diksi Insan Mulia.

Sahid Warsanto, Ichsan.Dkk.2004.Kaji Latih Bahasa Dan Sastra Indonesia.Jakarta:Bumi aksara

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.